04 March 2008

Jadi Kaya Berkat Internet!

Kolom Opini Surat Kabar Tribun Timur, Makassar

Selasa, 04-03-2008 
Jadi Kaya Berkat Internet!
Opini Tribun
 
Oleh: Yenni Widhiarti, Pengusaha, kini berkiprah di Amerika

Sebuah buku dengan kalimat menggelitik seperti itu akan beredar dalam waktu dekat. Buku berisi panduan rinci mengenai seluk beluk berbisnis lewat internet itu saya tulis berdasarkan pengalaman saya pribadi. Buku itu bisa dibeli dan didapatkan di serangkaian seminar mengenai Internet Marketing di berbagai kota besar Indonesia, bulan depan.
 
Alasan utama penyelenggaraan seminar itu bukan mengada-ada. Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia dewasa ini menyebabkan seminar pemasaran lewat internet perlu lebih digiatkan. Menurut penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat 25 juta pengguna di Indonesia pada tahun 2007. Artinya, hanya dalam kurun waktu 7 tahun, pengguna internet membengkak hingga 800 persen.
Angka tersebut mencerminkan pula peluang pasar yang cukup besar untuk berbisnis lewat internet. Apalagi bila dilihat hasil penelitian sekelompok peneliti Jerman yang memperkirakan bahwa 75 persen pengguna internet di dunia berbelanja lewat internet. Bila diterapkan di Indonesia, bisa dibayangkan bahwa pembeli Indonesia lewat internet mencapai hampir 20 juta orang. Dan tak disangkal lagi, angka ini bakal semakin bertambah di tahun-tahun berikutnya.
Lewat buku tadi, para pemula dipandu secara detil dan bertahap-disertai saran serta contoh kegagalan-sehingga dalam waktu singkat diharapkan bakal mahir menggunakan internet untuk berbisnis.
Beberapa pakar pemasaran internet menyebutkan ada beberapa karakter produk yang cocok dan laku dijual lewat internet. Antara lain, produk barang yang unik dan tak mudah didapat di pasaran. Di samping itu, produk tersebut mudah dikonsumsi dan tak tergantung pada lokasi dan ras atau suku bangsa. Sekadar contoh: ''Bumbu rujak pedas lebih sulit dipasarkan di dunia dibandingkan tahu atau tempe goreng, lantaran tidak disukai para pembeli Barat yang tak biasa mengkonsumsi cabe atau lombok!''
Di Indonesia, berbisnis lewat internet dewasa ini merupakan saat yang tepat, karena segmen pasar yang terlihat lebih mapan dan jelas. Coba lihat berbagai fasilitas atau peluang yang ada di Indonesia:
Kini hampir setiap perusahaan swasta maupun badan usaha milik pemerintah menyediakan fasilitas koneksi internet berkecepatan tinggi (Wi-Fi) untuk menjalankan bisnis mereka.
Begitu pula dengan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi swasta maupun universitas negeri lainnya. Banyak di antara mereka yang menyediakan internet gratis atau menggunakan fasilitas internet sebagai penunjang kegiatan laboratorium mereka.
Mayoritas pengguna internet adalah karyawan berusia kerja yang memegang keputusan untuk membeli sesuatu barang atau produk. Sebagai karyawan sebuah perusahaan, mereka juga dapat leluasa menggunakan fasilitas internet di kantor. Jauh lebih beruntung ketimbang mereka yang harus bersusah-payah mampir di warung internet yang kini semakin berjubel pelanggannya.
Mereka juga adalah para pelajar atau kawula muda yang sering bergaul dan memiliki pengaruh besar di antara keluarga mereka. Mereka bisa mempengerahi orang tua, sanak keluarga atau teman dekat untuk membeli suatu produk.
Mereka berasal dari kalangan intelektual yang tak membutuhkan bujuk rayu murahan seperti yang sering terlihat di kebanyakan iklan Indonesia. Antara lain memakai pelawak yang melontarkan lelucon tak lucu.
Semakin banyak warga Indonesia berpendidikan tinggi, semakin banyak pula penggunaan internet dan komputer. Transaksi bank atau penjualan lewat internet bukan barang baru lagi bagi mereka yang telah siuman dari gagap teknologi. Demikian pula perdagangan bursa saham dan pencarian berita politik yang mempengaruhi pula perekonomian global dunia.
Dan bisa dipastikan, penggunaan internet semakin berkembang di tahun-tahun mendatang. Bagaimana tidak! Dari jumlah total penduduk yang kini mencapai hampir 300 juta, hanya 10 persen penduduk Indonesia yang bisa menggunakan komputer atau internet, sedangkan 80 persen sisanya masih buta internet. Lewat berbagai seminar dan kursus kilat, mereka diharapkan akan melek internet dan ikut berpacu melakukan bisnis di dunia maya.
Menembak Rembulan!
Peluang pasar kini hadir di depan mata. Mereka adalah 25 juta manusia Indonesia yang berbaris membentang di cakrawala, dan siap menelan semua produk yang kita lempar di pasaran.
Melihat kenyataan ini, para pengusaha pada umumnya cenderung gegabah. Mereka membeli sejumlah peralatan komputer, mengeluarkan biaya besar untuk membangun web-site di internet dan mempekerjakan sejumlah ahli komputer dengan gaji tinggi. Harapannya jelas: Mereka akan mendapat keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat! Dan khawatir akan keduluan pengusaha lain.
Jangan terlalu menggebu-gebu! Gunakan logika! Dinginkan kepala agar dapat berpikir jernih. Berbisnis lewat internet harus cerdik dan dapat dilakukan tanpa menghabiskan banyak biaya. Seperti kata seorang panglima perang jempolan: ''Jangan menembak rembulan dengan seribu anak panah!'' Gunakan strategi yang jitu sehingga dana dapat digunakan secara efektif.
Dalam buku yang saya terbitkan nanti, terdapat sejumlah tips atau saran yang dapat menuntun anda berbisnis di internet. Beberapa di antaranya adalah:
Bila Anda masih mempunyai pekerjaan tetap, jangan sekali-kali melepaskannya. Gunakan waktu usai bekerja untuk berbisnis internet. Sebab, bisnis jenis ini bisa anda lakukan kapanpun dan di manapun. Di kamar tidur atau kamar tamu sambil bersantai dengan keluarga.
Seandainya Anda belum punya komputer, mampir saja ke warung internet terdekat, dan sewa satu atau dua jam untuk menjelajahi dunia maya. Terutama mengenali apa yang dimaksud bisnis di internet. Jangan lupa menengok sejumlah web-site yang menjual produk-produk di internet. Lalu, manfaat apa yang bisa anda ambil agar bisa berbisnis di internet.
Di internet Anda dapat mendapatkan layanan atau servis gratis. Mulai cara membangun web-site sampai mengurusnya selama 24 jam, membuat logo, dan layanan bisnis lainnya. Walaupun layanan itu kadang kala terbatas waktu penggunaannya (gratis selama beberapa bulan) tapi bisa digunakan sebagai ajang percobaan bagi pemula.
Yang tak kalah pentingnya dalam berbisnis di internet adalah kejujuran. Sekali anda berbuat curang, berita ini akan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Demikian juga bila servis Anda memuaskan, berita itu tidak hanya mampir ke telinga tetangga saja, tetapi juga sampai ke telinga orang Eskimo di kutub.
Itulah sebagian kecil tips atau saran yang dapat anda gunakan sebagai pelaku bisnis di internet. Tentu saja, berbagai tantangan lain harus dihadapi sebagai pebisnis. Perubahan yang begitu cepat seiring dengan perkembangan teknologi membuat bisnis di internet mengalami proses reformasi yang sangat cepat pula.
Sekadar contoh: Di Amerika Serikat kini mulai bermunculan restoran dengan 'Menu tinggal sentuh'. Pembeli dipersilakan duduk di atas meja yang lengkap dengan menu elektronik. Setelah lihat-lihat menu, sentuhlah makanan yang dikehendaki, dan dalam beberapa menit pesanan tersaji lengkap dengan minuman.
Sekali lagi yang perlu diingat bahwa memulai bisnis tidak harus mengorbankan banyak biaya. Kesalahan ini terjadi pada banyak perusahaan besar yang berbisnis di internet. Biaya promosi dan operasional yang membengkak membuat banyak perusahaan berguguran. Sejak tahun 1995 hingga 1999 menunjukkan hanya 5 persen pebisnis internet yang bertahan dan memperoleh keuntungan, sedangkan 95 persen pemilik situs lainnya bangkrut.
Agar Anda tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang 95 persen tadi, maka berhati-hati dan bijaksana mengelola keuangan. Beli yang diperlukan, tapi jangan terlalu pelit, karena perusahaan membutuhkan pula teknologi mutakhir dan ahli komputer untuk mengikuti perubahan zaman.
Pendek kata, 25 juta manusia Indonesia itu bagaikan Rembulan nan Rupawan namun tidak mudah dijangkau.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (***)

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

28 February 2008

3 Mahasiswa Unhas Masih Diperiksa di Polisi

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar

Kamis, 28-02-2008 | 14:39:17 
3 Mahasiswa Unhas Masih Diperiksa di Polisi
Laporan: M Anshor/Mursalim. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Hingga saat ini tiga orang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulsel, masih diperiksa secara intensif di Polsekta Tamalanrea, Makassar. Mereka diperiksa sebagai saksi pada tawuran yang berlangsung Selasa (26/2) di kampus merah.
 
Ketiga mahasiswa berasal dari dua fakultas yang berbeda. Satu orang adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas dan dua orang lainnya merupakan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). Mereka diperiksa sejak pukul 11.30 wita hingga saat ini.

Dari pantauan wartawan surat kabar Tribun Timur, Makasssar, beberapa menit lalu, kondisi Unhas berlangsung normal. Proses perkuliahan kembali normal seperti tidak ada yang sedang terjadi.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih berjaga-jaga di Unhas meskipun jumlahnya sudah berkurang.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (lim)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

27 February 2008

Opini di Tribun Timur tentang Televisi Kabel di Daerah oleh Anggota KPID Sulsel



Rabu, 27-02-2008 
Spirit Cianjur untuk Televisi Kabel
Opini Tribun
 
Oleh: A Taddampali, Wakil Ketua KPID Sulawesi Selatan

Pada tanggal 19 - 22 Februari 2008, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (rapim) KPI Bidang Perizinan di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, yang diikuti oleh seluruh Koordinator Bidang Perizinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) se Indonesia.
 
Salah satu agenda rapim dan mendapat perhatian yang cukup serius adalah persoalan televisi kabel.
Perkembangan penyiaran di Indonesia memang cukup pesat. Hanya saja, perkembangan itu tidak dibarengi dengan perluasan jangkauan siaran melalui pendirian menara pemancar di berbagai daerah. Masih ada daerah yang belum terjangkau oleh siaran televisi. Ceruk pasar inilah yang dimasuki oleh para pengusaha televisi kabel yang saat ini marak bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.
Televisi kabel dibangun untuk mengatasi kesulitan penerimaan siaran televisi yang dialami oleh daerah-daerah dengan penerimaan sinyal yang buruk dan bahkan tidak ada sinyal sama sekali atau obstacle. Caranya cukup sederhana. Operator televisi kabel menangkap siaran melalui antena parabola lalu men-sharing atau menyambungkan kepada pelanggannya melalui kabel coaxial tanpa bisa melakukan sensor siaran atau konten.
Serat Optik
Keberadaan televisi kabel semacam ini memang tidak lepas dari sejarah penyiaran kita. Prihadi Murdiyat menyebutkan bahwa kabel telah menjadi penghubung yang efektif antara operator siaran televisi dan pelanggannya. Menurut literatur, sistem televisi kabel pertama dibuat pada tahun 1948 dengan menggunakan kabel jenis twin head. Kabel ini berbentuk pita seperti yang dipasang pada televisi hitam putih.
Sistem berikutnya dibuat pada tahun 1950 dan telah menggunakan kabel coaxial. Kabel ini tersusun dari konduktor dalam yang diselimuti isolator dan konduktor luar seperti yang dipasang antara antena dan pesawat televisi saat ini. Pada perkembangan selanjutnya, media penghubung itu juga memanfaatkan jaringan microwave, satelit, dan kabel serat optik.
Pada tahun 1948, Ed Parson yang tinggal di Astoria, Oregon, membuat sistem community antenna television (CATV) dengan media kabel twin head dan dipasang dari satu atap rumah ke atap rumah lain. Lalu pada tahun 1950 Bob Tarlton membangun sistemnya di Landford, Pennsylvania, dengan menggunakan kabel coaxial yang dipasang pada tiang. Model inilah yang kemudian banyak digunakan oleh penyelenggara televisi kabel, termasuk yang marak di berbagai daerah di Indonesia.
Pada perkembangan selanjutnya, bisnis televisi kabel telah menjadi lahan yang menggiurkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini lumayan besar. Maka bermunculanlah para pengusaha televisi kabel di daerah. Ada yang mempunyai pelanggan hingga ratusan rumah, tetapi ada juga yang mempunyai pelanggan puluhan rumah saja.
Tidak Senafas
Namun saat ini masih sering terjadi persinggungan diantara para pengusaha televisi kabel di daerah. Pemicunya juga beragam. Tetapi yang paling sering adalah akibat persaingan usaha dan perebutan pelanggan. Di salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan bahkan ada dua pengusaha televisi kabel yang bersitegang dan berujung pada bentrok fisik. Untuk menarik pelanggan, bahkan ada kasus pengusaha televisi kabel yang menyiarkan video porno. Kini kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian.

Memang semestinya di Indonesia ada regulasi tentang lembaga penyiaran berlangganan yang yang di dalamnya termasuk yang akan menggunakan satelit, teresterial, dan kabel. Penggunaan satelit biasanya untuk lingkup nasional, sedangkan penggunaan teresterial adalah untuk nasional dan lokal, sementara penggunaan kabel hanya di tingkat lokal.
Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) menyebutkan; Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
Berdasarkan ketentuan itu, maka televisi kabel masuk dalam domain penyiaran. UU Penyiaran sendiri hanya mengakomodir empat lembaga penyiaran, yakni Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Komunitas, dan Lembaga Penyiaran Berlangganan (Pasal 13 Ayat 2). Sesuai dengan model pemancarluasannya yang hanya diterima oleh para pelanggannya, maka televisi kabel tergolong Lembaga Penyiaran Berlangganan.
Untuk teknis pelaksanaannya, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 52 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan. Namun PP tersebut rupanya tidak senafas dengan praktik penyelenggaraan televisi kabel. Frame pembuatan PP tersebut adalah praktik televisi berlangganan seperti Indovision, Cable Vision, dan semacamnya, sehingga syarat administrasi dan perizinannya sangat berat bagi pengelola televisi kabel di daerah. Akibatnya, terjadi pelanggaran copyright atau hak cipta di bidang penyiaran oleh penyelenggara televisi kabel.
Rapim KPI di Cianjur itu kemudian melahirkan berbagai rekomendasi terkait televisi kabel. KPI berpendapat bahwa maraknya televisi kabel di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah blank spot, adalah merupakan potensi lokal yang sangat berkaitan erat bagi kepentingan distribusi informasi dan ekonomi masyarakat daerah yang perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan asas manfaat yang dianut dalam UU Penyiaran, televisi kabel telah membantu upaya redistribusi siaran kepada masyarakat yang berada di wilayah blank spot atau dengan kualitas siaran televisi yang kurang baik. Untuk itu, televisi kabel harus diarahkan agar dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku.
Rapim KPI juga mengamanatkan agar segera disusun konsep peraturan yang dapat mengakomodir keberadaan televisi kabel serta penyusunan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) yang mengatur tentang Lembaga Penyiaran Berlangganan.
Yang menarik, Rapim juga mengamanatkan agar KPI Pusat berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk menyusun sebuah Peraturan Menteri (Permen) atau Surat Keputusan Bersama terkait dengan Lembaga Penyiaran Berlangganan agar dapat menyerap aspirasi keberadaan televisi kabel.
Rekomendasi-rekomendasi dari Rapim KPI di Cianjur itu sedikit banyak telah melegakan berbagai pihak, terutama yang terkait dengan televisi kabel. Ada semangat baru untuk menjalankan tugas dan kewajiban KPI sesuai amanat UU Penyiaran, salah satunya adalah menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia.
Bagi pengusaha televisi kabel sendiri diharapkan membentuk asosiasi dan menetapkan kode etik bersama agar ada aturan yang bisa ditaati bersama. Asosiasi ini juga yang nantinya akan melakukan kerja sama dengan penyelenggara Lembaga Penyiaran Berlangganan yang sesungguhnya dan selama ini kontennya telah dimanfaatkan oleh pengusaha televisi kabel untuk disiarkan kepada para pelanggannya.
Tentunya kerja sama itu melalui perhitungan bisnis yang disepakati bersama. Misalnya asosiasi televisi kabel inilah yang akan mengurus soal biaya hak cipta penyiaran dari masing-masing anggotanya. Dengan demikian, tidak ada lagi pelanggaran hak cipta seperti yang selama ini terjadi.

Spirit Cianjur itu telah memberikan harapan baru kepada semua pihak. Kita berharap status hukum televisi kabel di daerah akan semakin jelas. Dengan demikian masyarakat sebagai pengguna juga akan semakin nyaman menerima siarannya dan pada akhirnya akan mendorong terbentuknya masyarakat informasi di daerah-daerah. Yang tak kalah pentingnya, spirit Cianjur telah menjadi tanda semakin membaiknya hubungan antara KPI dan Pemerintah, dalam hal ini Depkominfo.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (***)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

26 February 2008

Kronologis Tawuran Unhas Versi Polisi

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar

Selasa, 26-02-2008 | 19:06:12 
Kronologis Tawuran Unhas Versi Polisi
Laporan: Muhammad Anshor, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Tawuran Unhas yang menyebabkan 11 korban luka menurut Wakapolresta Makassar Timur Kompol Roh Hadi yang memantau langsung ke lokasi tawuran, insiden tersebut berawal keributan di kantin Jasbog (Jasa Boga) Fakultas Teknik.
 
Keributan tersebut diduga melibatkan dua kelompok mahasiswa yaitu mahasiswa fakultas teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Keributan tersebut berbuntut panjang ketika sekitar 20-an mahasiswa teknik, mencari mahasiswa fisip yang terlibat keributan dengan anak fisip. Di antara mahasiswa yang menyerang dari arah fakultas teknik ada juga yang membawa balok kayu.

"Memang katanya ada penyerangan ke fisip dan itu awal dari tawuran. Kami masih menyelidiki lagi, sementara belum ada mahasiswa yang diamankan," kata Roh Hadi.

Tawuran tersebut melibatkan empat fakultas yaitu fakultas teknik, Fisip, Sastra, Ekonomi melawan mahasiswa Fakultas Teknik.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (rir)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Mahasiswa Unhas Tawuran Lagi

sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=65807&jenis=Makassarhttp://www.tribun-timur.com/view.php?id=65807&jenis=Makassar
Selasa, 26-02-2008 | 15:35:43 
Mahasiswa Unhas Tawuran Lagi
Laporan: Mursalim/Ansor/Meli. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Mahasiswa universitas terbesar di Indonesia timur, Universitas Hasanuddin (Unhas), tawuran lagi Selasa (26/2) pukul 14.15 wita. Tawuran ini dipicu oleh pemukulan yang terjadi pada Kamis (14/2) di Balai Prajurit M Jusuf saat mahasiwa Teknik Unhas menggelar malam inaugurasi.
 
Tawuran yang terjadi saat ini diduga merupakan kelanjutan dari pemukulan yang terjadi pada malam inaugurasi tersebut. Ketika itu mahasiswa fakultas teknik dipukul oleh mahasiswa fakultas ekonomi.

Dewi, wartawan Identitas Unhas, melaporkan, tawuran ini sudah memakan sejumlah korban. Dari kedua belah pihak. Beberapa mahasiswa terlihat berdarah di bagian kepalanya.

Sampai saat ini tawuran ini masih berlangsung dan belum berhasil dihentikan oleh aparat keamanan kampus. Pihak kepolisian juga belum tiba di lokasi kejadian.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (lim)

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

25 February 2008

Fwd: View this page "Link Tribun Timur, Makassar"



---------- Forwarded message ----------
From: Febric Fitriansyah <febricfitriansyah@gmail.com>
Date: 2008/2/25
Subject: Re: View this page "Link Tribun Timur, Makassar"
To: Komunitas Makassar <komunitas-makassar@googlegroups.com>


sumber: Tribun Timur, Makassar
Selasa, 26-02-2008 | 00:44:18 
PSM Batal Gagal Gaet Zulkifli-Hendra
Laporan: Irfan/Aswan. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Bek kiri Zulkifli dan gelandang Hendra Ridwan kemungkinan besar batal bergabung dalam skuad PSM Makassar di Liga Super 2008. Hari ini, dua putra Sulsel itu memenuhi undangan salah satu klub di Pulau Jawa.
 
"Besok (hari ini) saya dan Hendra mau ke Jawa. Salah satu klub di Jawa memanggil kami untuk teken kontrak. Soal harga, kami juga sudah deal (sepakat)," kata Zul yang dihubungi Tribun di ponselnya, beberapa saat lalu.

Saat ditanya nama klub yang dimaksud, pemain PSM di Liga Indonesia VIII ini enggan buka suara. "Tidak enak sebut nama klubnya. Pokoknya, salah satu klub di Jawa. Itu saja," ujar Zulkifli, yang ketika dihubungi lagi jalan-jalan di salah satu mal di Makassar bersama Hendra.

Namun, sumber Tribun menyebutkan, Zulkifli, yang satu paket dengan Hendra, diincar Pelita Jaya Purwakarta, Arema Malang, Deltras Sidoarjo, dan Persema Malang. Bahkan, klub yang dibelanya musim lalu, Persmin Minahasa, juga ngebet memakai tenaganya.

Zulkifli dan Hendra termasuk salah satu pemain yang masuk target buruan utama PSM. Malah, Sabtu lalu, pengurus bertemu mereka untuk membicarakan nilai kontrak. Sayang, pertemuan penting ini berjalan buntu. Antara pengurus dan Zulkifli-Hendra tidak menemui kesepakatan harga.

Kabarnya, Zulkifli dan Hendra masing-masing memasang harga sekitar Rp 650-Rp 700 juta untuk satu musim. Sementara PSM menawar untuk satu pemain sekitar Rp 600 juta ke bawah.

"Saya tidak mau menyebut harga. Itu privasi. Tapi, kami juga layak memasang harga yang pantas. Kalau pun saya dan Hendra batal bergabung di PSM, mungkin kami belum berjodoh," katanya.

Sebagai putra daerah, keduanya berharap kembali membela PSM. "Waktu ditawari main di PSM, saya merasa sangat bangga. Saya ini orang Sulsel, tentulah senang main di daerah sendiri. Apalagi, semua keluarga besar kami ada di sini (Sulsel)," ungkap Zulkifli.(*)


Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (lim)
 




--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

23 February 2008

Check out my Facebook profile

facebook

Check out my Facebook profile


I set up a Facebook profile with my pictures, videos and events and I want to add you as a friend so you can see it. First, you need to join Facebook! Once you join, you can also create your own profile.

Thanks,
Febric

Here's the link:
http://www.facebook.com/p.php?i=1110170857&k=Y5LXY4P3SVVM5BCHUJXYQ3&r&v=2
See who else has invited you to Facebook:
Riyan MangkuraRiyan Mangkura
0 friends
0 photos
This e-mail may contain promotional materials. If you do not wish to receive future commercial mailings from Facebook, please opt out. Facebook's offices are located at 156 University Ave., Palo Alto, CA 94301.

Pemeran Film Bandung With Love Suka Coto Makassar


Sumber: Koran Tribun Timur, Makassar

Sabtu, 23-02-2008 | 20:56:27 
Pemeran Film Bandung With Love Suka Coto Makassar
Laporan: Meliana Bory. mhellonk_ftuh@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Pemeran utama pria film From Bandung With Love, Richard Kevin, rupanya sudah dua kali ke Kota Makassar. Baik artis, wisatawan, ataupun hanya sekadar singgah ke kota yang dijuluki kota Anging Mammiri ini, tidak bakalan merasa afdal jika tidak mencoba masakan khasnya.
 

Hal inipun juga dirasakan Richard Kevin. Dua kali kunjungannya ke kota ini, hidangan coto Makassar, merupakan makanan yang menjadi favorit sekaligus dirindukannya.

"Gue paling suka makan makanan satu ini, aroma dan rasanya enak," tuturnya saat mengikuti kegiatan road show fil From Bandung With Love, di SMA Kartika Chandra Kirana (Kachak) Makassar, tadi siang. Kegiatan tersebut digelar oleh Telkomsel.

Selain Kevin, salah seorang pemain pendukung di film yang diproduseri oleh Lghthouse Production itu, Lulu, juga hadir dalam kegiatan itu. Meski baru pertama kali menginjak kota yang sudah berusia 400 tahun ini, Lulu, sangat penasaran dengan rasa yang didapatkan dari sop konro.

"Pokoknya hunting makanan, salah satunya sop konro wajib dilakukan. Saya mau rasa masakan khas yang satu itu," katanya yang disertai senyuman. (*)



Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (asw)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com