17 June 2008

Sulawesi Selatan, Korea Selatan, Jagung, dan Ekspor

Berikut berita-berita koran Tribun Timur, Makassar, terkait ekspor jagung Sulawesi Selatan ke Korea Selatan. Berita ini bisa diakses di www.tribun-timur.com

Jumat, 16-05-2008 | 00:13:42 
Daewoo Korea Minati Jagung Sulsel 2 Juta Ton
Laporan: firmansyah. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Perusahaan Daewoo, Korea, sepakat untuk membeli produksi jagung dari Sulsel sebanyak 2 juta ton per tahun.
 
Hal itu merupakan hasil kesepakatan antara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan Presiden Direktur Daewoo Indonesia, Thomas Jang di Jakarta tadi malam, Kamis (15/5).

Syahrul melakukan negosiasi perdagangan komoditi itu didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lutfi Halide, Karo Humas dan Protokol Jufri Rahman, Wakadis Kehutanan (mantan karo humas) Annas GS, dan dosen Unhas Imam Mujahid Fahmi.

Sebelumnya Gorontalo hanya mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pakan permintaan Daewoo sebanyak 200 ribu ton. Syahrul mengaku optimis permintaan 2 juta ton itu mampu dipenuhi.

"Untuk pembelian jagung itu kita tetapkan harga pasar sehingga petani diuntungkan," ujar Syahrul. Pembelian dengan sistem cash and cary. Dalam waktu dekat pihak Daewoo akan ke Makassar untuk menandatangani kesepakatan resmi dengan Pemprov Sulsel.

Menurut penjelasan Luthfi, sentra produksi jagung di Sulsel tersebar di wilayah selatan dari Gowa hingga Bone dengan lahan termanfaatkan baru 260 ribu ha dari potensi 400 ribu ha.

Produksi jagung di Sulsel selama ini baru 890 ribu ton per tahun. "Kesepakatan itu akan menstimulus peningkatan produksi jagung kita yakni lima ton per hektar sehingga permintaan tersebut bisa dipenuhi untuk satu musim tanam saja," ujar Lutfi.

Pihak investor dari Korea itu juga berjanji jika pasokan yang mereka minta mampu dipenuhi secara stabil akan membangun silo dan pabrik pengolahan/produksi pakan di Sulsel.

"Jadi tidak perlu diekspor lagi ke Korea dan rencana itu itu tentunya akan semakin memberikan nilai tambah kepada petani dan masyarakat Sulsel," ujar Annas yang menghubungi Tribun melalui ponsel.(*)



Rabu, 09-04-2008 | 17:37:19 
Investor Korea Lirik Jagung Sulsel
Laporan: Apriani Landa/Meliana Bory, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Investor asal Korea dari perusahaan Harim Group melakukan penjajakan pada hasil pertanian Sulsel, khususnya tanaman jagung. Harim adalah perusahaan General Food and Agro Group.
 
Vice President Harim Group dari Planning Dept dan Planning Div, In Kyu Lee, menyatakan keinginannya itu saat bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di kantor gubernur, Rabu (9/4).

Lee bertemu Syahrul di hari pertamanya menjabat sebagai Gubernur Sulsel setelah dilantik mendagri, Selasa (8/4). Lee bersama Ketua Asosiasi Jagung Indonesia (Ajindo) Sulsel Yusran Paris dan rombongannya.

Menurut Lee, jagung di Sulsel sangat bermutu sehingga perusahaannya melakukan penjajakan agar bisa mengembangkan produksi jagung di Sulsel.

Sementara menurut Yusran, produksi jagung di Sulsel sekitar 800 ribu ton per tahun. Lahan pertanian jagung di Sulsel mencapai 400 ribu hektar.

Dan sampai saat ini baru sekitar 200 ribu hektar lebih yang dimanfaatkan. Itu berarti bahwa masih ada sekitar 200 ribu hektar lahan yang belum di manfaatkan.

Padahal, jika 400 ribu hektar itu dimanfaatkan dengan maksimal, tidak menutup kemungkinan produksi jagung Sulsel akan bertambah. Dan tidak menutup kemungkina juga bahwa makin banyak investor yang akan melirik jagung Sulsel.(*)

Rabu, 11-06-2008 | 21:12:18 
6.000 Ton Jagung Sulsel Gagal Diekspor
Laporan: Andi Syahrir, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Sekitar 6.000 ton jagung jagung asal Sulsel gagal diekspor ke Korea Selatan (Korsel). Saat ini, jagung tersebut terpaksa dikarungkan, untuk selanjutnya diperdagangkan ke beberapa pulau di dalam negeri.
 
Seperti dilansir tempointeraktif, Rabu (11/6), di gudang 104 Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Makassar, puluhan buruh mengarungkan 3.300 ton jagung pipil kuning.

Manager Divisi Pelayanan Barang dan Aneka Usaha PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV cabang Makassar, Albert Koswara, mengatakan saat ini di salah satu gudangnya menampung 3,3 ribu ton jagung pipil kuning, dimana jagung ini berencana diekspor ke Korsel.

Rencana ekspor jagung ke Korsel ini, dalam sekali pengiriman jumlahnya sekitar 6 ribu ton. Hanya saja kapasitas gudang Pelindo IV yang terbatas, sehingga yang baru ditampung hanya 3,3 ribu ton.

Kegiatan pengangkutan ekspor tersebut dijadwalkan pada 4 Juni lalu menggunakan kapal NV Ocean Galaksi. Namun keesokan harinya kapal berangkat menuju pelabuhan Belawan tanpa mengangkut jagung.

"Kami juga kaget, kenapa tidak jadi diangkut," kata Albert sembari menambahkan jagung tersebut akan diangkut ke Jakarta dan Lampung.

Adapun pemilik jagung pipil kuning di gudang 104 PT Pelindo IV adalah PT Teluk Intan, dan kegiatan ekspor jagung ini melibatkan PT Daewoo.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lutfi Halide yang dihubungi terpisah mengungkapkan, gagalnya pengangkutan jagung yang akan diekspor tersebut karena jumlah jagung belum mencukupi 6 ribu ton.

"Jadi untuk diekspor, masih menungggu untuk mencukupi 6 ribu ton," katanya.(*)


Kamis, 05-06-2008 | 15:43:38 
Sulsel Ekspor 7.000 Ton Jagung ke Korsel
Laporan: Andi Syahrir, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Sulawesi Selatan dalam pekan ini akan merealisasi ekspor jagung ke Korea Selatan sebanyak 7.000 ton. Ini merupakan kerja sama Pemprov Sulsel dengan perusahaan asal negeri ginseng tersbeut, Daewoo.
 
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide mengatakan di Makassar, Kamis (5/6), ekspor tersebut seyogyanya dilepas Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di pelabuhan Makassar, hari ini, namun kapal dari Korea Selatan terlambat sandar karena dihantam ombak besar.

Dilansir Antara, dirinya berharap, pelepasan ekspor perdana tersebut akan dilaksanakan dalam dua atau tiga hari ke depan.

Presdir Daewoo Indonesia Thomas Jang pada 15 Mei 2008 menemui Gubernur Sulsel untuk mengajak kerjasama di bidang bisnis jagung.

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan Korea ini akan membeli dua juta ton jagung Sulsel setiap tahun dan akan menginvestasikan dananya untuk membangun pabrik pengolahan jagung di Sulsel.

Jagung tersebut akan dibeli langsung dan tunai dari petani dengan harga pasar sehingga petani diuntungkan dan mereka termotivasi untuk meningkatkan skala usaha tani mereka, kata Lutfi.(*)


Jumat, 16-05-2008 | 23:54:12 
Jagung-Padi Sulsel Percontohan Nasional
Laporan: Firmansyah, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Jakarta, Tribun - Komoditi jagung dan padi Sulsel akan menjadi percontohan nasional (pilot project) dalam hal pengembangan dan pembudidayaannya.
 
Hal itu dirumuskan dalam pertemuan antara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Jumat (16/6).

Syahrul yang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Luthfi Halide, Karo Humas dan Protokol Jufri Rahman, Wakadis Kehutanan Annas GS, dan akademisi Unhas Imam Mujahid hari ini melakukan sejumlah pertemuan.

Selain bertemu Anton, juga melakukan pertemuan dengan pihak Bulog dan CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa.

Terkait dengan rencana pengembangna komoditi padi dan jagung, Syahrul akan mengumpulkan bupati dan wali kota se-Sulsel, Senin pekan depan.

Sehari sebelumnya, Syahrul dan rombongan bertemu manajemen Daewoo, perusahaan asal Korea Selatan dan menyepakati kerja sama penyediaan stok jagung 2 juta ton per tahun.

Saat bertemu Erwin, menurut Luthfi, pihak Bosowa menawarkan keinginan untuk mendukung sektor pertanian Sulsel dengan menggelar program mekanisasi pertanian di daerah ini yakni Pelayanan Jasa Alsin Pertanian.

"Bosowa akan menyediakan peralatan pertanian yang bisa digunakan petani denga sistem sewa bertarif murah," ujarnya. Petani bisa membayar setelah panen.(*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Ogah Jagung Amerika, Korea Lirik Sulsel

Korea Selatan mencari jagung di Sulawesi Selatan. Kabar baik untuk petani. Semoga tidak dihalangi oleh birokrasi yang motifnya memungut rente, dan pada akhirnya, merugikan petani.


Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, tribun-timur.com


Selasa, 17-06-2008 | 22:26:27 
Ogah Jagung Amerika, Korea Lirik Sulsel
Laporan: muhammad irham. la_toge_langi@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Koperasi Pertanian Korea Selatan (KPKS) berminat mengimpor jagung kuning sal Sulawesi Selatan untuk menutupi kekurangan stok jagung di negeri itu yang mencapai tujuh juta ton per tahun.
 
Keinginan itu disampaikan Kepala Bidang Pakan KPKS Ryu Gi Man saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di kediaman Gubernur Jl Sungai Tangka, Makassar, Selasa (17/6). Ryu didampingi sejumlah pengurus koperasi asal negeri itu dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulsel, Amal Natsir.

"Selama ini kami mengimpor jagung dari Amerika sebanyak tiga juta ton. Tapi mekanisme impornya timpang dan sangat berbelit, makanya kami mengalihkan ke wilayah Asia Tenggara khususnya Sulsel," jelas Ryu.

Jagung Sulsel dinilai sangat kompettitf dari segi harga namun harus diiringi dengan perbaikan kualitas. Ryu berharap Pemerintah Sulsel memberikan kemudahan fasilitas dengan melakukan pembenahan infrastuktur dan melakukan perbaikan kualitas jagung.

Korea siap mengimpor jagung asal Sulsel karena yakin kualitasnya tidak kalah dengan jagung asal Amerika. Dalam waktu dekat ini, tim dari Korea akan meninjau sejumlah daerah yang menjadi sentra penghasil jagung di Sulsel.

Beberapa daerah yang direkomendasikan oleh pemprov untuk dikunjungi antara lain, Takalar, Jeneponto, Gowa, dan Kabupaten Luwu. Keempat daerah ini memiliki lahan yang ditanami jagung seluas 480 ribu hektar.

Beberapa waktu lalu, Sulsel gagal mengekspor jagung ke Korea Selatan karena jagung yang sudah dikemas dalam kontainer sudah tercemar jamur aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Jagung itu terpaksa dipulangkan kembali ke Indonesia. (*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

16 June 2008

Tribun Timur Euro Update, Terobosan Tribun Timur

Ini terobosan surat kabar Tribun Timur, Makassar, untuk menyemarakkan Euro 2008. Setiap hari terbit dua edisi.



sumber: www.tribun-timur.com
Sabtu, 14-06-2008 | 06:36:05 
Tribun Timur Euro Update Kembali Terbit Pagi Ini
Laporan: Irfan Syuhudi, Mansur AM, Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Berakhir sudah pertandingan antara tuan rumah Austria melawan Polandia dengan skor 1-1. Pada saat pertandingan berlangsung, tim kecil Tribun Timur Euro Update mulai mengetik berita dan harus segera merampungkan berita sekaligus layout halaman sebelum pukul 05.30 wita. Itulah deadline Tribun Timur Euro Update setiap hari.

 
Tim Tribun Timur Euro Update terdiri atas reporter, layouter, tenaga grafis, TI, dan staf sekretariat redaksi.

Miriplah dengan tim surat kabar Tribun Timur edisi reguler. Cuma dari segi jumlah, jauh lebih mini.

Pertandingan pertama babak penyisihan Euro 2008 dimulai pukul 00.00 wita. Sedangkan pertandingan kedua mulai pukul 02.45 dan selesai pukul 04.30.

Dalam tempo sekitar satu jam, tim Tribun Timur Euro Updating sudah harus merampungkan seluruh halaman, termasuk laporan dan ulasan hasil pertandingan paling akhir.

Deadline yang superketat itu dimaksudkan agar pembaca Tribun Timur Euro Update di Makassar bisa menikmati hasil dan ulasan pertandingan beberapa jam sebelumnya lebih pagi.

Pagi ini, misalnya, halaman satu Tribun Timur Euro Update muncul dengan berita pertandingan Jerman vs Kroasia.

Sedangkan halaman dalam, halaman enam, berisi ulasan dan hasil pertandingan yang selesai pukul 04.30: Austria vs Polandia.

Berita sudah selesai dibikin ketika pada menit ke-92, Austria mencetak gol balasan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kesibukan terasa di kantor redaksi. Seluruh berita harus dirombak, foto-foto terbaru harus ditunggu, statistik pertandingan berupa klasemen dan top skor harus diubah, dan seterusnya.

Kendati demikian, deadline dapat dipenuhi tepat waktu dan pembaca bisa menikmati Tribun Timur Euro Update sejak pagi.

Koran-koran lain di Makassar baru melaporkan hasil pertandingan dini hari itu keesokan harinya.

Terbit perdana sejak Euro 2008 digelar 8 Juni lalu, Tribun Timur Euro Update merupakan edisi khusus surat kabar Tribun Timur, Makassar, yang terbit setiap pagi seperti halnya Tribun Timur edisi reguler.

Tebal 32 halaman tapi harga tidak naik, tetap Rp 2.000 per eksemplar.

Dengan edisi khusus tersebut, lampu-lampu merah dan tempat penjualan koran di Makassar pada pagi hari dihiasi surat kabar Tribun Timur dan Tribun Timur Euro Update.

Tribun Timur Euro Update berisi laporan dan ulasan dua pertandingan yang berlangsung dini hari atau beberapa jam sebelum koran 32 halaman dengan tiga sesi tersebut beredar di pasar.

Ini merupakan satu dari sekian terobosan Tribun Timur --yang mengusung moto "Selalu yang Pertama"-- untuk memenuhi kebutuhan pembacanya.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

15 June 2008

Kabupaten Barru Jago IPA, Kabupaten Bantaeng IPS, Makassar?

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com


Sabtu, 14-06-2008
Barru Jago IPA, Bantaeng IPS
Hasil Rekapitulasi Nilai UN SMA di Sulsel; Jeneponto Jawara di Kelompok Bahasa; Makassar Hanya Juara di Jenjang Madrasah; Hari Ini, Tribun Umumkan Hasil UN; Polisi Ancam Tangkap Siswa yang Ugal-ugalan di Jalan
 
Makassar, Tribun - Kabupaten Barru mencatat nilai rata- rata tertinggi yakni 49,16 hasil ujian akhir nasional (UN) SMA tahun 2008 di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sedangkan Kabupaten Bantaeng mencatat nilai tertinggi untuk kelompok IPS yakni 48,20 dan Jeneponto mencatat angka tertinggi di kelompok bahasa, 46,79.
Dinas Pendidikan Nasional (Depdiknas) Sulsel melansir data hasil UN tersebut, Jumat (13/6). Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Wakadis Diknas) Sulsel, Saleh Gottang, mengatakan, hasil yang dicapai oleh Sulsel tahun ini terbilang cukup memuaskan dibandingkan tahun, sebelumnya.
 
Khusus hasil UN di Kota Makassar, akan diumumkan, Sabtu (14/6), di harian Tribun Timur. Pengumuman tersebut mencakup 62 sekolah dari jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta.
Pada tahun ini, Kota Makassar tak masuk dalam jajaran lima besar peraih nilai rata-rata UN tertinggi untuk kelompok SMA IPA maupun IPS
Makassar hanya meraih peringkat pertama nilai rata-rata tertingg yakni 45,10 untuk jenjang MA


Peringatan Polisi
Kepala Polwiltabes Makassar, Komisaris Besar Genot Hariyanto, meminta orangtua siswa dan guru untuk mengingatkan siswa-siswinya agar tidak merayakan kelulusannya dengan cara ugal-ugalan di jalan raya.
Genot menegaskan pihaknya akan menangkap pelajar yang merayakan kelulusannya dengan cara berkonvoi dan ugal-ugalan karena sudah melanggar ketertiban umum.
"Saya sudah perintahkan aparat saya untuk tidak segan- segan menangkap mereka yang ugal-ugalan di jalan dengan melanggar aturan lalu lintas," ujar Genot yang dihubungi via telepon tadi malam.
Setiap tahun, siswa SMA dan SMP, merayakan pengumuman kelulusan mereka dengan melakukan aksi konvoi di jalan raya. Beberapa aksi tersebut bahkan berujung pada tawuran.
Menurutnya, pelampiasan rasa bahagia dengan cara ugal- ugalan di jalanan, selain berbahaya bagi pengguna lalulintas lainnya, juga rawan kecelakaan bagi siswa itu sendiri.
Genot yang akan menempari pos barunya Lembaga Pendidikan Polri itu menyarankan agar mereka yang lulus merayakan dengan aktivitas yang positif.
"Misalnya membantu fakir miskin atau membesuk anak- anak panti asuhan. Merayakan kelulusan juga bisa dilampiaskan dengan cara menggelar syukuran secara sederhana di rumah daripada di jalanan," kata mantan Kapolwil Parepare ini.

Peningkatan SDM
Saleh yang juga Ketua Panitia Ujian Nasional Sulsel Saleh Gottang mengaku tingkat kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Untuk tahun mendatang, pihaknya mengaharapkan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat memberikan motivasi terhadap siswa untuk mencapai standar isi dan materi yang ditentukan. Tahun ini, standar UN 5,25.
Untuk menghindari kebocoran soal yang menuai masalah, Saleh mengharap aparat tenaga pendidik mengikuti mekanisme yang ada.
Prosesnya sudah memadai. "Panitia UN sudah bekerja di hulu, sehingga jangan lagi membuat aktivitas di luar mekanisme di hilir. Cukup tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melakukan pengawasan dan koordinasi," katanya.
UN kali ini diwarnai dengan kasus bocornya soal di enam sekolah swasta yang ada di Makassar. Kasus tersebut diusut aparat kepolisian namun hingga kini penanganannya tidak jelas.

Makassar
Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar, yang ditemui di SMK 6 Makassar, kemarin, menyebutkan, hasil UN SMA sederajat tahun ini masih lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Meski tetap ada yang tidak lulus, tapi tahun ini juga banyak sekolah yang meluluskan siswanya hingga 100 persen," katanya didampingi Kepala Seksi Pendidikan Kejuruan, Suwardy.
Dari rekap sementara hasil UN, menyebutkan dari 5.149 peserta UN SMK, sebanyak 4.777 berhasil lulus. Sedangkan dari 12.580 peserta UN yang berlangsung Mei lalu, 5.557 siswa program IPA dan 4.156 program IPS juga sukses mencapai kriteria kelulusan ujian.
Hasil tersebut belum termasuk jumlah siswa lulus di SMA Negeri 1, SMAN 2, dan SMAN 3. Data kelulusan juga menyebutkan untuk SMK, kelulusan 100 persen lebih didominasi sekolah kejuruan berbasis keilmuan dan swasta di antaranya SMK Negeri Analisis Kimia yang meluluskan149 siswanya, SMK Teknologi Industri Makassar 105 siswa, SMK Telkom Sandhy Putra 2 dengan 104 peserta, dan beberapa SMK swasta lainnya.
Sedangkan kelulusan 100 persen untuk kategori SMA negeri berhasil dicapai SMAN 14 dengan jumlah 123 siswa (IPA) dan 119 IPS. Jumlah siswa yang tercatat tidak mengikuti UN sebanyak empat orang. Keberhasilan serupa juga diraih SMAN 17 yang meluluskan 168 siswa program IPA dan 11 orang siswa IPS. Siswa yang tidak mengikuti UN tercatat dua orang. Ismunandar juga memastikan pengumuman hasil UN SMA dan SMK hanya diumumkan di media cetak termasuk Tribun Timur dan tidak diumumkan di sekolah.
"Ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan seperti konvoi maupun coret-coret di sekolah. Siswa tidak perlu lagi datang ke sekolah, kalau perlu sekolah digembok untuk sementara," tegasnya.

Maros
Sebanyak 162 orang siswa SMA, SMK, dan MA negeri dan swasta di Maros tidak lulus UN. Pengumuman kelulusan siswa hasil akumulasi nilai UN dengan ujian sekolah akan dilakukan serentak, hari ini.
Di Maros, peserta UN tercatat 2.387 orang dan 162 orang tidak lulus UN. Jumlah ini terdiri atas siswa MA 72 orang, SMA 77 orang, dan 13 orang siswa SMK.
Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah (Kasubdin Dikmen Diknas Maros, Mashuddin, mengungkapkan, tingkat kelulusan siswa tahun ini cukup besar dibandingkan tahun kemarin. Tahun lalu, jumlah yang tidak lulus sebanyak 474 siswa dari 2.743 siswa yang ikut UN.
"Bila dibandingkan tahun kemarin dan sekarang lebih tinggi tingkat kelulusan tahun ini," katanya.
Gowa
Sementara di Kabupaten Gowa dari data di dinas diknas setempat sedikitnya 83 siswa tidak lulus. Siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 44 orang dari 2.362 orang peserta UN. Kemudian dari MA tidak lulus 39 orang dari 593 peserta.
Kadis Diknas Gowa Idris Faisal Kadir dan Kepala Kantor Infokom Gowa Zainuddin Kaiyum mengungkapkan, tingkat kelulusan siswa di daerah ini juga meningkat di banding tahun 2007 lalu.
Idris menjelaskan, kelulusan SMK negeri 93,6 persen dan swasta 84,38 persen dimana tahun lalu hanya 87,19 persen (negeri dan swasta).
Sedangkan SMA negeri kelulusannya mencapai 98,25 persen (2007: 82,84 persen), SMA swasta 99,29 persen (86,11 persen), dan MA 87,13 persen (81,46 persen).
"Kelulusan dibanding tahun ajaran 2006/2007 terjadi peningkatan. Ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan gratis tidak mempengaruhi mutu tapi malah meningkatkan," jelasnya.
Bulukumba
Kepala Sub Dikdasmen Dinas Pendidikan Bulukumba, Suardi Gau, mengatakan, hingga kemarin baru beberapa data kelulusan SMA dan MA yang diterima Diknas Bulukumba dari Diknas Provinsi Sulsel.
Jumlah siswa tidak lulus sebanyak 54 orang itu baru dari 161 orang siswa MAN yang ikut UN. Hasil ujian seluruh sekolah, kata Suardi, kemungkinan baru tiba di Bulukumba Jumat malam.
Hasil UN yang sudah diterima diknas yaitu SMAN 1 Herlang, SMAN 1 Bonto Bahari, Madrasah Aliyah YPPI Bulukumba, MA Gunturu Herlang dan MA Darul Qalam. Peserta UN di lima sekolah ini, lulus semuanya atau seratus persen.
Di SMAN 1 Bulukumba, satu siswa yang tidak lulus. MA Ma'ruf 21 siswa tidak lulus dari 34 siswa peserta UN. Sedangkan di MAN Bulukumba 54 siswa tidak lulus dari 161 siswa peserta UN.
Bone
Diknas Bone melansir sekitar 58 pelajar SMA dan MA dinyatakan tidak lulus dalam UN. Peserta terbanyak yang tidak lulus, yakni dari MA Negeri 1 Watampone sebanyak 23 orang.
Sementara, di sekolah unggulan seperti SMA 1 Watampone terdapat seorang pelajar jurusan bahasa yang tidak lulus. Sekolah unggulan lainnya, seperti SMAN 2 Watampone dinyatakan lulus 100 persen.
Total kelulusan dari 5.023 peserta di Bone mencapai 98,87 persen atau meningkat dari persentase kelulusan tahun 2007 yang hanya 98,83 persen.
"Untuk data SMK belum kami terima, sehingga data yang ada hanya untuk SMA dan MA," kata Kepala Seksi Kurikulum Diknas Bone, Nur Salam, Jumat (13/6).
Wajo
Sementara, dari Wajo dilaporkan, jumlah peserta yang tidak lulus UN mencapai 110 orang dari tingkat SMA, MA, dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Peserta SMA yang tidak lulus sebanyak 57 orang, SMK 34 orang, dan MA 19 orang dari total peserta 1.663 orang. Tingkat kelulusan di Wajo mencapai 92,26 persen.
Soppeng
Secara terpisah, Diknas Soppeng melaporkan, tingkat kelulusan mencapai 98,30 persen. Sebanyak 66 orang dinyatakan tidak lulus dari tingkat SMA, SMK, dan MA. Dari tingkatan ini, SMK tercatat sebagai jumlah terbanyak yakni 52 orang yang dinyatakan tidak lulus.
Untuk SMA dan MA, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mendapat jumlah terbanyak dengan 13 orang yang dinyatakan tidak lulus dan jurusan Bahasa satu orang. Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memperoleh prestasi terbaik dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Parepare
Sedikitnya 309 siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Parepare tidak berhasil lulus dalam ujian nasional (UN) baru-baru ini. Jumlah ini belum termasuk siswa SMK Amsir 1 karena belum menyerahkan laporannya.
Dari laporan yang diperoleh di dinas pendidikan setempat, sebanyak 34 siswa SMA tidak lulus, 50 siswa SMK, dan sedikitnya 225 siswa SMK, minus laporan dari SMK Amsir 1. Kelulusan siswa SMA dan MA negeri/swasta mencapai 1.099 orang.
Kemudian SMK tercatat meluluskan 688 siswanya, belum termasuk laporan SMK Amsir 1. Total kelulusan mencapai 1.787 orang. Jumlah peserta UN tercatat 2.185 orang, terdiri atas 984 orang dari SMK dan 1.211 dari SMA dan MA.
Menanggapi angka ketidaklulusan UN siswa SMA, SMK, dan MA di Parepare, Kadis Pendidikan Kota Parepare Mustafa Mappangara mengaku tidak mempersoalkan banyaknya jumlah siswa yang tidak lulus.
"Menurut saya, bukan jumlah kelulusan siswa yang menjadi ukuran. Tetapi, yang kita mau lulus dan berkualitas. Lebih baik sedikit yang lulus tetapi berkualitas daripada banyak lulus tetapi tidak berkualitas," tegas Mustafa yang mengaku berada di Makassar saat dikonfirmasi.
--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Makassar Terpuruk di Ujian Nasional SMA

Adipura tidak dapat. Prestasi pendidikan terpuruk. Apakah dengan pendidikan gratis akan semakin terpuruk?

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Minggu, 15-06-2008
Prestasi Makassar Terpuruk di UN
Tak Masuk 10 Besar Nilai Rata-rata, Kalah dari Selayar; Tak Lulus UN, Belasan Siswi SMK 8 Pingsan; Nilai Rata-rata Matematika di Soppeng 9,05, Tertinggi di Sulsel
 
Makassar, Tribun - Prestasi hasil ujian akhir nasioanal (UN) tingkat SMA Kota Makassar tahun ini terpuruk. Dari peringkat nilai rata-rata di tiga jurusan, IPA, IPS, dan bahasa, Makassar tak masuk dalam jajaran 10 besar.
Sementara untuk nilai rata-rata mata pelajaran matematika, Soppeng mencatat nilai tertinggi yakni 9,05.
 
Nilai tersebut diperoleh untuk nilai rata-rata jurusan IPA namun tak tertandingi dijurusan IPA dan IPS.
Wali Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengaku sudah mengetahui peringkat Makassar dalam penilaian hasil UN tingkat SLTP dan SLTA.
"Jumlah siswa yang banyak yang membuat kita sulit masuk ke 10 besar. Meskipun banyak di antara para siswa yang memcapai prestasi memuaskan, namun bila nilai mereka digabung dengan siswa lain, maka hasilnya jadi kecil," kata Ilham, Sabtu (14/6) malam.
Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengumumkan hasil UN tersebut di Tribun Timur. Jumlah siswa yang melakukan konvoi di jalan raya untuk menyambut kelulusan tersebut jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.
Meski pihak sekolah tak memgumumkan hasil UN di papan pengumuman, namun sebagian siswa tetap datang ke sekolah mereka.
Susana sedih terlihat di SMK 8 Makassar di Jl Monginsidi. Di sekolah ini, sekitar 40 siswi di kelas jurusan kecantikan tidak lulusa. Beberapa siswi yang dinyatakan tidak lulus langsung pingsan.

Soal Bocor
Faktor yang diduga ikut menurunkan peringkat Makassar tahun ini adalah skandal pembocoran soal di enam sekolah swasta yang mengakibatkan UN di sekolah tersebut diulang.
Sekolah tersebut adalah SMA Kartika Wirabuana, SMA
Cokro Latimojong, SMA Cokro Tamalanrea, SMA Abdi Pambangunan, SMA Tut Wuri, dan SMA Tri Dharma.
Beredar kabar, hasil UN ulangan di enam sekolah tersebut sudah berada di tangan Dinas Pendidikan Nasional (Depdiknas) Sulsel dan hasilnya angka kelulusannya sangat kecil.
"Kita masing menunggu hasilnya. Tapi informasi yang berkembang, ketidaklulusan di enam sekolah tersebut bisa jadi 100 persen," kata sumber Tribun di dinas diknas.


Selayar
Dari data yang dilansir Dinas DiknasSulsel, posisi Kabupaten Selayar masih lebih baik dibandingkan Makassar. Daerah kepulauan ini berada di peringkat kelima dengan angka rata-rata 48,03.
Untuk lima besar di kelompok SMA IPA adalah Bone (49,16), Tator (48,82), Soppeng (48,79), dan Bantaeng (48,52.
Di kelompok SMA IPS Bantaeng berada di peringkat teratas lima besar dengan nilai rata-rata 48,2, kemudian Parepare (48,09), Soppeng (47,89), Sidrap (47,58), dan Bone (47,41)
Untuk kelompok SMA Bahasa, Jeneponto mencatat angka teringgi yakni 46,79, disusul Tator (46,3) Bone (44,43), Soppeng (44,21), Luwu Timur (43,85), dan Bulukumba (43,84).


Kondisi Makassar
SMA Negeri 1 Makassar meluluskan 99 persen siswanya.
Hanya satu siswa di sekolah yang berada di Jl Bawakaraeng ini yang tidak lulus dari 396 siswa yang ikut UN.
Menurut Kepala SMA 1 Makassar, Herman Hading, nilai tertinggi di sekolahnya diraih Anton Suhuyanli dengan nilai 9,5 dari jurusan IPA. Sedangkan dari jurusan IPS mendapat nilai 8,6 atas nama Asti.
Ditanya peringkat Makassat yang tidak masuk 10 besar dalam perolehan nilai UN kali ini, Herman mengatakan bahwa hal itu disebabkan adanya kesenjangan antar sekolah.
Kesenjangan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Juga kesenjangan dalam hal fasilitas dan pengelolaannya, di samping soal sumber daya manusia (SDM).
"Sebenarnya banyak masalah yang membuat hal itu. Padahal, pendistribusian dan perhatian pemerintah pusat untuk semua sekolah di seluruh Indonesia saya lihat merata," kata Herman.
Herman melihat bahwa kurangnya perhatian seluruh komponen yang membuat prestasi siswa cenderung menurun.
Komponen yang dimaksud adalah masyarakat, pemerintah setempat, sekolah, dan yang utama adalah keluarga.
"Semua itu harusnya satu komitmen untuk mengembangkan pendidikan anak, baik dalam pengelolaan maupun dalam hal sistem pembinaannya," ujarnya.
Ke depan, Herman mengatakan untuk mengembalikan mutu pendidikan di Sulsel sebaiknya rencana atau program kegiatan tersusun dengan matang dan penyediaan sarana dan prasarana harus lebih fokus.
Yang paling penting adalah dukungan dari seluruh komponen. Mengenai adanya program pendidikan gratis yang mulai diberlakukan tahun ajaran 2008 ini, Herman mengatakan belum bisa memprediksi arah dari mutu pendidikan di Sulsel.
Sementara suasana hening berubah menjadi tangis di SMK 8 saat mengetahui ada dua lembar yang berisi hasil ujian dari dua ruangan di tidak ada.
Ironisnya, dua ruangan itu merupakan gabungan dari kelas jurusan Kecantikan yang diisi 40 orang siswanya.
Tidak hanya tangis penyesalan dan teriakan histeris, bahkan beberapa siswa sampai pingsan tidak sanggup menerima kenyataan pahit ini.
Di sekolah ini, hanya sekitar 43 persen siswa yang dinyatakan lulus. Total sebanyal 113 siswa dari 200 siswa yang tidak lulus, termasuk 40 siswa dari kelas kecantikan itu.
"Masih ada dua siswa kami yang ujian di Inggris dan belum ada hasil pengumumannya, karena langsung ditangani pusat. Total siswa yang ikut ujian adalah 202 orang," kata Kepala SMK 8 Makassar, Siti Saenab.
"Memang sejak tiga tahun terakhir ini sekolah kami tidak lulus 100 persen. Tapi komitmen kami, bukan kuantitas kelulusan yang utama, tapi kualitas dari lulusan kami. dan, meskipun belum lulus, siswa kami tidak ada yang menganggur, karena mereka bisa beraktivitas di industri," tambahnya.

Tersesat Kunci Jawaban yang Salah
KEPALA SMK 8 Makassat Siti Saenab sempat kaget dengan pengumuman hasil ujian nasional (UN) karena dua lembar untuk pengumuman hasil UN di dua ruangan yang diisi dari kelas kecantikan tidak terlampir.
Setelah diusut, ternyata peserta UN di kelas tersebut 100 persen tidak lulus. Rupanya, mereka tersesat dengan kunci jawaban yang salah.
Dari jawaban beberapa siswa, mereka mengaku mendapatkan kunci jawaban itu dari luar sekolah tapi mereka tetap bungkam siapa person yang memberikannya.
"Sepertinya mereka sudah membuat janji untuk tutup mulut. Saya bukannya menyalahkan mereka, saya hanya ingin mengetahui siapa pelakunya, supaya jelas semuanya. Karena saya juga harus memberikan jawaban pada orangtua mereka bahwa ini murni bukan saja karena kesalahan sekolah," kata Sainab.
Sainab mengakui, apa yang terjadi di sekolahnya adalah ronis dan tragis. Apalagi, dalam setiap kesempatan, dia sudah sampaikan untuk tidak tergiur dengan kunci jawaban dan percaya pada kemampuan sendiri.
Sementara siswa lainnya yang tidak lulus, memang harus diakui jika itu karena kemampuan mereka yang tidak mencapai standar.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

13 June 2008

PKS Makassar dan Skandal PDAM


Ini berita saya kutip dari surat kabar Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Kamis, 12-06-2008 
PKS Bantah Terlibat Skandal PDAM
Makassar, Tribun - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah tudingan mantan anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Ali Arifin, yang menyatakan bahwa seorang tokoh partai tersebut yang duduk di DPRD Makassar telah menerima bocoran uang PDAM Kota Makassar.
Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar, Hasyim Ramlan, mengungkapkan bantahan itu di Sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan, di Makassar, Rabu (11/6).
 
Hasyim didampingi Ketua Biro Legislatif DPW PKS, Komaruddin, dan Humas DPW PKS, Zulkifli Muis.
"Kita sudah minta klarifikasi dari Pak Gunyamin (direktur keuangan PDAM). Beliau bilang tidak ada dana yang masuk ke PKS. Pak Bastian Lubis (ketua badan pengawas PDAM) juga bilang tidak ada bukti dana masuk ke PKS," kata Hasyim Ramlan.
Ali, Selasa (10/6) lalu, mengatakan, seorang tokoh PKS yang duduk di DPRD Makassar pernah mengajukan proposal kepada Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Ridwan Syahputra Musagani, pada tahun 2005. Ridwan kemudian memberikan uang sebesar Rp 35 juta.
Ali mengatakan, aliran dana kepada PKS ini diungkapkan Bastian dalam sebuah pertemuan di Rumah Makan Barugae.
Putra mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan A Eteng Amin itu juga mengatakan Hasyim mengetahui adanya aliran dana tersebut.
Tudingan ini tentu membuat anggota fraksi PKS lainnya gerah. Bagaimana tidak, PKS adalah partai di DPRD Makassar yang paling gencar membongkar skandal kebocoran dana PDAM Makassar tahun 2006 lalu.
"Pernyataan Pak Ali itu aneh. Saya adalah salah satu orang yang ingin sekali skandal itu terbongkar. Tiba-tiba saya dibilang sebagai orang yang terlibat. Kalau bicara logika, ini tidak logis. Untuk apa saya dulu gencar berusaha mengungkap," kata Hasyim.
Komaruddin mengatakan, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi langsung dari Jafar Sodding sebagai orang yang dituding menerima dana PDAM itu untuk kepentingan partainya.
Namun Jafar, kata Komaruddin, juga membantah tudingan Ali.
"PKS itu membangun kadernya sampai jadi orang. Tapi kalau dalam perjalanan ada yang salah pasti kita bilang salah. Prinsipnya, kalau ada kader yang ketahuan terlibat pasti dipecat dari partai dan diserahkan ke mekanisme hukum," tegas Komaruddin.
Ancaman PPP
Di DPRD Makassar, pengungkapan Ali juga menggelinding panas. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga disinyalir menerima aliran kebocoran dana PDAM bereaksi keras.
PPP menyatakan tudingan itu sebagai pencemaran nama baik.
"Ini pencemaran baik dan sama sekali tidak memiliki dasar. Kami akan perkarakan Ali Arifin melalui jalur hukum," kata Sekretaris Fraksi PPP DPRD Makassar, Arifuddin Lewa, dalam konferensi pers di gedung DPRD Makassar.
Selain PKS, Ali juga mengatakan ada fraksi lain di DPRD Makassar yang menerima "upeti" dari PDAM.
Salah satunya adalah fraksi PPP. Kendati tidak tahu persis berapa besar uang yang diterima, namun ia mengatakan jumlahnya lebih besar dari yang diterima PKS.
Dituding Sakit
Dalam perkembangan lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar sedang memproses penggantian antarwaktu (PAW) Ali.
Ali telah menyatakan keluar dari PKS karena mengaku kecewa dengan ulah para legislatornya. Ia kemudian pindah ke Partai Golkar.
Sejak ia mengeluarkan pernyataan sejumlah "borok" anggota DPRD, ia dijauhi rekan-rekan sesama anggota dewan.
Banyak di antara anggota dewan mengatakannya sebagai orang stres. Anggota fraksi PKS sendiri mengatakan Ali menderita sakit.
Dalam konferensi pers kemarin, baik Hasyim dan Komaruddin tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan "sakit" yang diderita Ali. Namun, Hasyim mengatakan Ali pernah menjalani rukyat, yaitu sebuah metode pengobatan nonmedis untuk penyakit yang sifatnya rohaniah.
"Rukyat itu untuk hal-hal yang sifatnya rohaniah. Tetapi kan baru akan berhasil kalau didukung dari dalam orang itu sendiri," kata Hasyim. Namun Ali menjawabnya dengan ringan. "Ya, saya gila karena memikirkan kelakuan mereka," kata Ali beberapa waktu lalu.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (jid)
 

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Kampanye Obama di Jakarta

Obama jauh di Amerika sana. Di Jakarta, sejumlah orang Indonesia sibuk "mengkampanyekan" calon Presiden AS dari Partai Demokrat tersebut.

---------- Forwarded message ----------
From: Facebook <notification+zedcgcpf@facebookmail.com>
Date: 2008/6/9
Subject: "Indonesia for Obama '08" sent you a message on Facebook...
To: Febric Fitriansyah <febricfitriansyah@gmail.com>


Enda Nasution sent a message to the members of Indonesia for Obama '08.

--------------------
Subject: [Laporan] Acara Meet & Greet Jakarta, Minggu 8 Juni 2008

Terima kasih ke teman-teman yang sudah datang kemarin hari Minggu ke Urban Kitchen, Pacific Place.

Walau dari segi jumlah massa kita tidak layak dibandingkan dengan massa FPI (hehehe), tapi acara pertama dan dadakan ini berhasil terselenggara dengan baik.

Diisi dengan perkenalan, canda tawa dan obrolan hangat, dari Obama, SBY, serta pertanyaan dari Mbak Cornila (Koran Tempo) dan Mas Adhi KSP (Kompas) pertemuan pertama "Indonesia for Obama '08" telah terlangsungkan sesuai jadwal dari pukul 15.00 - 17.00

Ke depan, salah satu ide yang terlontarkan adalah ide untuk NONTON BARENG proses general election nanti di bulan November 2008, saat2x menentukan untuk memilih Presiden US, sambil kita mendukung Obama untuk mendapatkan kursi di White House.

Seiring dengan sejalannya waktu tentu kita tetap memperhatikan isu yang berkembang juga, tapi mudah-mudahan calon dukungan kita ini akan tetap melaku sesuai harapan kita bersama.

Halaman grup ini terbuka untuk kita semua, silahkan kalau ada ide-ide lain yang bisa kita terapkan untuk tidak malu-malu membaginya di sini.

Beberapa diantaranya adalah ide untuk membuat merchandise Indonesia for Obama, mungkin sticker, t-shirt atau notebook.

Kalau minat untuk ini ada tentu akan kita siapkan segera.

Sekian dulu laporan dari saya, foto-foto di halaman event:
http://www.facebook.com/photo_search.php?oid=16286524614&view=all
--------------------

To reply to this message, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?inbox/readmessage.php&t=1020166739368

___
Want to control which emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications&md=bXNnO2Zyb209NTAwOTc4OTMxO3Q9MTAyMDE2NjczOTM2ODt0bz0xMTEwMTcwODU3





--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

3.600 Siswa SMA Sulsel Tak Lulus UN

sumber: harian Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Jumat, 13-06-2008 
3.600 Siswa SMA Sulsel Tak Lulus UN
Di Makassar Sekitar Dua Persen, di Maros 77 Orang; Besok, Hasil UN SMA Sulsel Diumumkan di Tribun; Sekolah Penentu Akhir Kelulusan
 
Makassar, Tribun - Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulsel mengungkapkan, sekitar 4,48 persen atau sekitar 3.645 siswa dari sekitar 81.023 peserta ujian nasional (UN) SMA dinilai tidak mencapai standar nilai kelulusan.
Wakil Kepala Dinas (Wakadis) Diknas Sulsel, Saleh Gottang, mengungkapkan hal tersebut kepada Tribun, Kamis (12/6) malam. Namun, dia belum mengetahui nilai tertinggi dan terendah hasi UN SMA di Sulsel.
 
"Nilainya bisa dilihat besok (hari ini). Tapi, jumlah siswa SMA yang tidak lulus SMA cenderung menurun dibandikan tahun lalu yang tingkat ketidak lulusa sekitar lima persen," kata Saleh.
Hasil kelulusan UN 2008 akan diumumkan, Sabtu (14/6). Tribun rencananya juga akan mengumumkan hasil kelulusan SMA di Makassar dan beberapa daerah lainnya.
Para kepala sekolah di Makassar menggelar rapat di Dinas Pendidikan Kota Makassar, kemarin. Mereka membahas persiapan pengumuman tersebut.
Di Jakarta, Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan bila siswa yang tidak lulus UN tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Namun mendiknas tidak mengungkapkan angka kelulusan UN siswa SMA secara nasional.
"Wajar kalau sampai angka ketidaklulusan naik. Kita tidak merencanakan untuk meningkatkan ketidaklulusan dan kelulusan. Yang paling penting adalah integritas adalah UN dari tahun ke tahun dilaksanakan dengan semakin jujur," kata Bambang.
Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang diujikan pada UN adalah Bahasa Indonesia dan Matematika untuk program IPA, IPS, Bahasa, maupun Keagamaan.
Kemudian bahasa Inggris dan kimia (untuk IPA), bahasa Inggris dan geografi (untuk IPS), bahasa Inggris dan sastra Indonesia (untuk Bahasa), serta bahasa Inggris dan ilmu hadis (Keagamaan).
Mata pelajaran lainnya adalah fisika dan biologi (IPA), Ekonomi dan Sosiologi (IPS), bahasa ssing dan sejarah budaya/antropologi (bahasa), ilmu tafsir dan tasawuf/ilmu kalam (Keagamaan).
Standar nilai UN tahun ini pada skala enam atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mengacu pada standar 5,5.

Total siswa yang mengikuti UN tingkat SMA/sederajat di Makassar sebanyak 19.395 orang dengan prediksi angka ketidaklulusan sekitar dua persen atau sekitar 288 siswa. Pelaksanaan UN di Makassar sempat tercoreng dengan skandal pembocoran soal yang melibatkan lima sekolah swasta.
Kelima sekolah tersebut adalah SMA Kartika Wirabuana, SMA Cokroaminoto Latimojong, SMA Cokroaminoto Tamalanrea, SMA Abdi Pembangunan, SMA Tut Wuri Handayani, dan SMA Tri Dharma.
Selain ditangani aparat kepolisian, kasus yang mencoreng nama Sulsel itu membuat siswa di keenam sekolah tersebut harus mengikuti UN ulang.

Di Media
Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Makassar, Herman Hading, mengatakan, pihaknya sepakat untuk mengumumkan hasil UN tersebut di media.
"Kita berharap siswa tidak perlu datang ke sekolah sehingga aksi coret-coret yang masih saja terjadi bisa kita kurangi. Makanya pihak sekolah tidak lagi mengumumkan," katanya.
Ismunandar menambahkan, hasil UN yang diperoleh dari Jakarta akan ditambah dengan ujian materi lokal lainnya untuk menentukan kelulusan di sekolah masing-masing.
"Jadi, nilai UN ini hanya salah satu parameter untuk menentukan mereka yang lulus dan mendapatkan ijazah. Ada banyak komponen nilai yang harus dihitung kembali oleh guru atau kepala sekolah," kata mantan Kepala SMK 3 Makassar.
Sejumlah orangtua murid yang dihubungi juga sepakat bila hasil UN diumumkan saja di media massa sehingga anak mereka tidak punya lagi alasan untuk ke sekolah padahal mereka hanya berencana konvoi keliling kota.
"Memang yang ideal pengumuman kelulusan itu lewat surat kabar saja sehingga kita sebagai orangtua bisa juga langsung melihat pengumuman tersebut tanpa perlu ke sekolah," kata Ny Bahriani, orangtua siswa yang anak bungsunya duduk di kelas tiga salah satu SMA.

Kejujuran
Mendiknas mengatakan, adalah wajar bila angka ketidaklulusan bisa meningkat karena UN bukan hanya ujian kecerdasan, namun juga ujian kejujuran. ''Syukurnya, kejujuran tahun ini, lebih baik dari tahun lalu, karena tingkat kecurangan yang dilakukan berkurang,'' ujar Bambang.
Hal itu, lanjut mendiknas, tidak lebih dari upaya pengawasan yang ketat, yang dilakukan sejumlah pihak, sehingga guru dan siswa pun dituntut untuk bermoral baik.
''Kendati demikian, kita akan terus evaluasi pelaksanaan UN untuk menjadikan pelaksanaan UN lebih baik di masa mendatang,'' kata Bambang.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com