23 June 2008

Rekor tribun-timur.com pada berita Pilkada Sulsel di Kompas.com


Saya berselancar di search engine Kompas.com dan menemukan berita ini.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/20/14290137

www.tribun-timur. com Cetak Rekor
Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan wartawan
Kamis, 20 Maret 2008 | 14:29 WIB

Laporan: Mursalim Djafar. tribuntimurcom@ yahoo.com
MAKASSAR, KAMIS -
Berkaitan dengan berita pengumuman keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung atau sengketa Pilkada Sulsel, portal Tribun Timur, www.tribun-timur. com, mencetak rekor untuk seluruh empat kategori pada edisi kemarin, 19 Maret 2008.

Jumlah hits mencapai 141.217 kali, angka paling tinggi bulan ini. Secara sederhana, hits adalah jumlah kunjungan ke website berita real time pertama di luaR Jakarta ini.

Rekor kedua pada jumlah bandwidth atau jumlah data yang didownload yakni 1,13 GB.
Berapa jumlah halaman yang diklik? Ini pun rekor dengan 42.019 halaman. Artinya, pengunjung mengklik 42 ribu halaman lebih pada periode 24 jam pada tanggal 19 Maret kemarin.

Jumlah pengunjung mencapai rekor tertinggi, 4.492 IP adress. Secara sederhana bisa dijelaskan, jumlah kunjungan yang dicatat adalah jumlah koneksi internet dan komputer atau handphone yang mengunjungi www.tribun-timur. com.

Satu komputer atau handphone, kendati dipakai oleh banyak orang seperti ditempat-tempat publik dan perkantoran, hanya dicatat satu kali kunjungan pada hari yang sama. Dengan demikian, dapat dikatakan, satu koneksi internet (komputer atau ponsel) rata-rata
mengklik 31,42 kali.

Satu koneksi internet (komputer atau ponsel) rata-rata membuka halaman sebanyak 9,35 halaman. Rekor itu sekaligus mengukuhkan tribun-timur. com sebagai website surat kabar Makassar yang paling banyak dan paling sering dikunjungi.

Rekor-rekor tersebut menjadi istimewa karena melonjak justru pada hari libur, yang biasanya statistik kunjungan langsung anjlok. Kendati demikian, secara keseluruhan, rekor 19 Maret itu belum apa-apa dibandingkan dengan rekor tanggal 5 dan 6 November 2007, yakni sehari dan pada saat pengumuman quick count Pilkada Sulsel.(*)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

22 June 2008

Masyarakat Mamuju Menolak Eksplorasi Minyak

Sumber: www.tribun-timur.com
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=84124&jenis=Makassar

Minggu, 22-06-2008 | 22:41:26 
Demonstran Masih Betah Nginap di Halaman di DPRD
Laporan: ruslan amrullah. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Mamuju, Tribun - Sementara itu, demonstran yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat yang menolak kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak masih tetap bertahan di halaman Kantor DPRD Sulbar, Mamuju.
 
Mereka menginap di tempat tersebut selama empat malam, mulai Kamis (19/6) malam hingga Minggu (22/6) malam. Suasana di halaman kantor DPRD tampak berantakan dengan banyaknya kotoran tercecer di mana-mana.

Keinginan utama para demonstran adalah bertemu dan berbicara dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh untuk meminta pertanggungjawaban moril pemerintah dengan adanya kegiatan eksplorasi perusahaan asing yang dinilai sangat merugikan masyarakat.

Beberapa warga yang ikut berunjuk rasa mengaku jika lahan mereka sudah "diserobot", tapi belum menerima uang kompensasi sepeser pun. Demikian pula yang mengaku rumponnya telah diputus, belum pernah menerima dana kompensasi itu.

Mereka sepakat tidak akan meninggalkan tempat tersebut sebelum gubernur menemui mereka dan bisa memenuhi keinginan mereka. Saat ini, Anwar masih berada di Makassar. Kemungkinan pekan ini sudah berada kembali di Mamuju.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Re-code your change DNA by Rhenal Kasalai, Kepeloporan Syekh Mohammad atau Luther King

Sumber: www.tribun-timur.com

Re-code your change DNA by Rhenal Kasalai
Kepeloporan Syekh Mohammad atau Luther King
Menyambut Seminar Buku Re-Code Rhenald Kasali

BARANGKALI Syekh Mohammad di Dubai, Marthin Luther King di Amerika Serikat (AS), atau peraih Nobel ekonomi Muhammad Yunus di Bangladesh terlahir dengan DNA yang unggul.
Mungkin juga tidak. Mereka terlahir biasa saja, sama dengan kita. Yang kemudian berbeda dari kita adalah cara mereka berpikir.

Rhenald Kasali meyakini, DNA bisa diubah, dapat di-re-code, didesain, agar melahirkan manusia-manusia dan organisasi yang unggul. Itulah inti pesan ahli manajemen dari Universitas Indonesia itu dalam buku terbarunya, Re-Code, Your Change DNA. Berikut catatan Dahlan, wartawan Tribun.

DUA puluh tahun lalu, Dubai hanyalah padang pasir yang tandus. Syeik Mohammad, seorang Muslim konservatif tapi berpendidikan Barat, mengubah daerah yang sama sekali tidak menarik itu menjadi Hongkong-nya Timur Tengah.
Apa yang mengubah itu semua? Sederhana saja: kekuatan pemikiran. Keterampilan memimpin. Sumber daya. Visi tentang masa depan.
Pikiranlah, dan bukan alat, yang mengubah Dubai, juga dunia. Syeikh melihat, ladang minyak kelak akan kering. Masa depan adalah perdagangan. Karena itu ia membangun fasilitas perdagangan, sejak dari pelabuhan udara, pusat bisnis, maskapai penerbangan, hingga fasilitas leisure kelas dunia.

Untuk mewujudkan obsesinya, Syeikh Mohammad melanggar tabu di dunia Arab konservatif: mengundang orang Barat yang pintar, yang kelas satu, untuk masuk dalam tim ekonominya.
Saat membangun Emirates Airlines, misalnya, ia menggaji mahal para ahli yang datang dari berbagai suku bangsa, warna kulit, dan agama. Emirates kini menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia, sejajar dengan penerbangan kelas dunia ala Singapore Airlines.

Dubai sekarang adalah Dubai yang terbaik di dunia: bandara terbaik di dunia, maskapai terbaik di dunia, gedung tertinggi di dunia, tempat berlibur selebriti dan tokoh-tokoh kelas dunia, dan seterusnya.
Dengan pemikirannya, Syeikh Mohammad melahirkan sisi lain dunia Muslim, sisi lain negara kerajaan Islam tradisional. Sisi lain negara dunia ketiga.
Kata Rhenald Kasali: ". lawan kita tidak ada di luar sana, melainkan di dalam rumah sendiri. Lawan, salah satunya, adalah belenggu. Belenggu ada di pikiran, tradisi, organisasi, peraturan, ketakutan."
Syeikh Mohammad mampu keluar dari "penjara-penjara" itu, melahirkan pemikiran yang benar-benar baru, dan menghasilkan karya yang belum pernah ada.
Di Bangladesh, ada orang seperti Syeikh Mohammad (kini almarhum, yang kepergiannya dihormati tidak saja oleh pemimpin di Timur Tengah, tapi juga para pemimpin dunia). Di Bangladesh, tokoh itu bernama Muhammad Yunus.
Yunus seorang ahli ekonomi. Menurut ilmu yang dipelajarinya, orang miskin tidak bisa mendapatkan pinjaman bank karena prinsip kolateral. Si miskin mustahil bisa mengembalikan dana pinjaman bank. Karena itu, mereka tidak berhak mendapatkan kredit. Pandangan itu, tepatnya, "penjara" pemikiran itu, sudah menjadi semacam dogma di kalangan ahli ekonomi dan pengelola perbankan.
Para ahli ekonomi dunia, dalam rangka membantu si miskin, merumuskan formula subsidi. Si miskin pasif, hanya sebagai obyek penerima bantuan. Mereka orang bodoh.
Yunus meninggalkan "penjara" cara berpikir ilmu ekonomi, ilmu yang telah dipelajarinya bertahun-tahun dan telah memberinya gelar profesor. Ia turun gunung, ke luar dari kampus, terjun langsung ke masyarakat.
Dan, ia menemukan, rakyat miskin, petani miskin, pengemis, sesungguhnya memiliki kemampuan. Mereka pekerja keras. Pengemis, misalnya, bekerja keras dengan mengemis. Mereka hanya perlu sedikit bantuan modal.
Saat ide ini ditawarkan ke pemerintah, ke bank konvensional, tidak ada yang merespon dengan baik. Mereka mengira profesor ekonomi ini sedang gila.
Yunus kemudian mendirikan Bank Grameen (Grameen berarti pedesaan atau kampung). Sistemnya dibuat baru, tidak mengikuti bank konvensional. Sistem kolateralnya dibuat berkelompok. Mereka didorong untuk mengembangkan semangat wirausaha sehingga kelak mampu mengembalikan dana pinjaman.
Ternyata, sambutan rakyat miskin luar biasa. Dalam tempo singkat, nasabahnya meningkat menjadi tiga juta orang. Cabangnya tersebar di 46 ribu desa. Karyawannya 12 ribu orang. Recovery rate sebesar 99 persen. Kredit macetnya sangat kecil.

Sukses Grameen membuat ahli-ahli ekonomi dari seluruh dunia belajar ke Bangladesh tentang bagaimana cara mengelola rakyat miskin. Lebih 100 negara mengadopsi sistem yang dibuat profesor ekonomi yang keluar dari "penjara" pemikiran ekonomi tersebut (halaman 100).
Itulah yang mengantar Yunus meraih gelar Nobel di bidang ekonomi. Berikut rahasia di balik karya besar itu: "Saya meninggalkan cara berpikir seekor burung, yang memungkinkan kita melihat segala-galanya jauh dari atas, dari langit. Saya mulai melakukan pandangan seekor cacing, yang berusaha mengetahui apa saja yang terpapar persis di depan mata saya --mencium baunya, menyentuhnya, dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan."

Di AS, tahun 1960-an, ada seorang tokoh yang memperjuangkan isu paling sensitif dan emosional, yaitu persamaan hak kulit hitam.
Martin Luther King memperjuangkan idealisme tidak dengan kekerasan, jalan yang sering ditempuh para pejuang. Ia memperjuangkan idealisme melalui jalan damai, mirip seorang guru, dengan pidato, dengan kuliah. Karena itu, ia tetap dikenang sebagai salah seorang pemimpin besar sampai saat ini.

***

RHENALD Kasali seorang ahli manajemen. Buku Re-Code sangat sedikit berbicara tentang manajemen, tapi tentang bagaimana agar manusia dan organisasi unggul mengatasi tantangan perubahan.
Di tulis seorang yang membangun karier sebagai jurnalis, buku ini enak dibaca, gaya bahasanya encer. Beda dari buku-buku yang serius lainnya, buku ini seperti majalah, kaya ilustrasi dan foto. Full color pula.
Diperkaya dengan penceritaan tentang pengamatan dari hasil kunjungan ke berbagai negara, dari Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa, buku ini penuh warna cerita.

Buku pertamanya, Change!, menjadi salah satu best seller. Buku yang diterbitkan tahun 2004 ini telah terjual 65 ribu eksemplar. Gramedia Pustaka Utama, penerbit buku tersebut, mengklaim, inilah buku yang berpengaruh sepanjang tahun 2005-2006 dan menjadi motor penggerak munculnya pembaharuan.
Buku terbarunya, Re-Code, tentu diharapkan meraup sukses yang sama. Sejak 17 Februari lalu, Rhenald menggelar serangkaian seminar di berbagai kota besar di Indonesia. Di Makassar, seminar dengan tarif Rp 500 ribu ini akan dilaksanakan 14 April nanti di Hotel Santika.

***

BUKU ini mengupas DNA, istilah biologi, singkatan dari deoxiribo nuclead acid. Kira-kira artinya, molekul pembawa sifat. Dialah unsur dalam tubuh yang mempengaruhi sifat manusia, karena itu, mempengaruhi cara berpikir, cara kerja, dan akhirnya prestasi kerja.

Majalah National Geographic (Maret 2006) menulis: Setiap tetes darah manusia berisi buku sejarah yang ditulis dalam bahasa genetika kita (halaman 36).
DNA semacam memori dalam tubuh yang mengandung sifat-sifat khas. Dia ada sejak manusia lahir. Sifat manusia kemudian dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial.
Secara aktif, manusia bisa mengubah DNA-nya. DNA bisa di-re-code, demikian Kasali. Salah satunya, ubah cara berpikir, re-code pikiran: dari problem based ke solution based, contohnya. Jangan hanya pintar mengungkapkan masalah. Yang terpenting adalah pintar mengatasi masalah.

Karena itu, re-code DNA harus fokus pada pada manusia yang menjalankan perubahan, bukan alatnya (first who then what). Pada manusia, fokus pada cara berpikirnya. Cara berpikir melahirkan emosi, perilaku, hasil kerja. Perbaiki kinerja, misalnya, dengan memperbaiki cara berpikir (halaman xvi).
Cara berpikir individu harus dibebaskan dari belenggu dan penjara tradisi, organisasi, peraturan, ketakutan. Cara ini diyakini Kasali mampu melahirkan manusia inovatif, manusia yang unggul di zaman yang terus berubah, semacam Syeikh, seperti Yunus, semisal Luther King.
Ada lima unsur dalam DNA yang positif, yang ada pada manusia yang unggul. Ke sanalah re-code diarahkan, diciptakan, di-create.
Kasali menyebutnya OCEAN. Openness to experience. Bukalah pikiran, nikmati dan bergumullah dengan hal-hal baru. Hindari jalan dan cara kerja yang rutin. Selalu "mengembara", mencari jalan baru. Namanya jalan orisinil.
Kedua, Conscientiousness. Kata yang sulit dieja ini maknanya keterbukaan hati dan telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yang terdengar maupun yang terasakan.
Ketiga, Extroversion. Keterbukaan diri terhadap orang lain. Keempat, Agreeableness. Keterbukaan pada kesepakatan. Menghindari konflik.
Yang terakhir, N, Neuroticism. Terbuka terhadap tekan. Tidak mudah menyerah. Tantangan dianggap sebagai bunga-bunga yang indah yang menghiasi perjuangan memenangkan persaingan. Bukanlah usaha menemukan hal baru kalau tidak ada tekanan, di dalam maupun di luar organisasi.
Itulah sifat-sifat manusia dengan DNA unggul. Setelah me-re- code individu, tugas selanjutnya, re-code organisasi.

Organisasi, termasuk perusahaan, terbentuk dari kumpulan individu. Organisasi yang tidak relevan dengan tuntutan perubahan akan punah kendati organisasi itu dihuni sejumlah individu yang DNA-nya telah di-re-code.
Karena itu, Kasali menekankan pentingnya re-code leader, pemimpin organisasi.
"Saya sadar, kita semua sangat tergantung pada pemimpin dan kepada merekalah buku ini ditujukan," kata Kasali (halaman 258). Kunci sukses re-code organisasi ada di tangan pemimpin.
Pemimpin organisasi yang bagus: dapat menggerakan, datang memberi insipirasi, energinya terasa di mana-mana. Pemimpin pada level ini tidak hanya berdasarkan SK.

Pada level ini, tahap kelima perkembangan kepemimpinan menurut Kasali, seorang pemimpin adalah personhood. Ia penuh respek, guru, spritual. Dialah sumber utama energi, inspirasi, pemberi arah organisasi.
Bila Anda belum sampai ke tahap tersebut, itu artinya Anda perlu melakukan re-code, perlu memperbaharui DNA kepemimpinan Anda.

Sebaliknya, mana kala pemimpin sudah mencapai tahap tersebut, dia telah memiliki modal yang kuat untuk melakukan re-code terhadap individu-individu kunci (key players) di organisasi yang dipimpinnya.
Secara sederhana, inti dari semua re-code, berbekal OCEAN, adalah membangun sikap-sikap yang responsif terhadap perubahan dengan membuang jauh rintangan, belenggu, dan "penjara" tradisi, organisasi, peraturan, dan ketakutan. Tujuannya adalah menghasil pemikiran dan selanjutnya karya yang unggul.

Pemimpin yang melakukan re-code pada organisasi pada dasarnya memimpin organisasinya mengarungi perubahan untuk memenangkan persaingan.
Agar sukses, pemimpin harus didukung visi, keterampilan, insentif, sumber daya, dan rencana tindak (action plan). Semua unsur itu harus ada, bahu membahu mendorong organisasi mencapai tujuannya.
Inilah formula Kasali:

* Pemimpin dengan keterampilan, insentif, sumber daya, dan rencana tindak, tapi tanpa visi, akan menciptakan kekacauan.
Visi adalah arah, tujuan. Ke sanalah seluruh lini organisasi mencurahkan semua tenaga dan pikiran untuk mendorong perusahaan mencapai tujuannya. Karena itu, menurut Kasali, kendati pemimpin memiliki segala yang dibutuhkan (keterampilan, insentif, sumber daya, dan rencana tindak), tapi bila tanpa visi, yang muncul hanyalah kekacauan.
Semua karyawan mungkin saja sudah bekerja keras, tapi tanpa visi, karyawan akan bekerja keras untuk tujuan yang samar-samar atau bahkan dengan tujuan yang tercerai berai.
* Tapi visi saja tidak cukup. Pemimpin dengan visi, insentif, sumber daya, dan rencana tindak, tapi tanpa keterampilan, akan menghasilkan kecemasan.
Pemimpin perlu memiliki keterampilan untuk mencapai visi. Keterampilan (kompetensi) ibarat tangga bagi pemimpin mencapai visi. Tanpa itu, hari-hari akan diisi dengan pidato, bukan tindakan.
* Pemimpin harus juga memiliki kewenangan yang luas untuk memberikan insentif kepada karyawan yang berprestasi. Pemimpin yang memiliki visi, keterampilan, sumber daya, dan rencana tindak, tapi tanpa insentif (di tangannya), akan menghasilkan penolakan karyawan.
* Pemimpin dengan visi, keterampilan, insentif, dan rencana tindak, tapi tanpa sumber daya, akan melahirkan perasaan frustrasi. Si pemimpin akan berkhutbah tentang apa yang harus dicapai, bagaimana caranya, tapi tidak tahu harus mencapainya dengan sumber daya apa.
* Kasali menekankan pentingnya rencana tindak yang terukur dan tertulis. Ini merupakan salah satu prasyarat re-code organisasi. Ia menulis: Pemimpin dengan visi, keterampilan, insentif, sumber daya, tapi tanpa rencana tindak, akan melahirkan kegagalan.

Rumusan itu dikemukakan untuk menjelaskan betapa banyak pemimpin, CEO yang dibayar mahal, akhirnya gagal total, karena tidak memiliki semua prasyarat yang diperlukan untuk melakukan re-code organisasi.
Sebagai leader, si CEO telah sukses melakukan re-code terhadap dirinya sendiri. Tapi tanpa sumber daya dan sistem insentif yang bagus untuk karyawan berprestasi, misalnya, si CEO akan gagal melakukan re-code terhadap organisasi bisnis yang dipimpinnya.
Ada cerita sukses me-re-code organisasi bisnis. Kasali menyebut Mohtar Riady, perintis BCA. Riady diundang konglomerat Om Liem untuk membesarkan BCA.
Saat Riady datang, BCA dalam kondisi ini: bank kecil, tenaga profesionalnya relatif hampir tidak ada, modal bisnisnya sekadar ada. Siapapun yang datang ke sana pasti akan segera mencium aroma sulit (halaman 23).
Riady memanfaatkan sumber daya yang ada dengan membuka akses ke Bogasari, Indofood, dan relasi bisnis PT Indocement. Tiga perusahaan itu milik Om Liem.
Riady memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang dimiliki, yang didukung visinya yang kuat dan keterampilannya yang memadai sebagai seorang bankir (pernah bekerja di Bank Panin). Sekarang BCA telah menjadi salah satu bank papan atas di Indonesia.


***

KATA Kasali: ". para pemenang di abad ini sudah jauh di depan, pikiran-pikiran sebagian besar orang kita masih di masa lalu."
Itulah salah satu yang menjelaskan, mengapa organisasi kita (negara, partai politik, organisasi bisnis) kita tertinggal dibanding bangsa-bangsa lain. Warga bangsa yang maju bergaul dengan pikiran-pikiran masa depan, sedangkan kita bergumul dengan pikiran-pikiran masa lalu.
Ada contoh tentang kaum Gypsy. Mereka datang dari India ke negara-negara Eropa Barat. Dari dulu sampai sekarang, kesan terhadap mereka sama saja: kumuh, pengutil. Desa-desa telah berubah menjadi kota, lalu menjadi metropolitan. Tapi Gypsy tetaplah Gypsy, kumuh dan pengutil.
Perusahaan, seperti halnya sebuah bangsa, sebuah komunitas, tak terelakkan untuk masuk dalam suatu sistem kompetisi dengan prinsip seleksi alam. Kaum Gypsy, yang gagal mengatasi perubahan desa menjadi metropolitan, terancam punah.

Siapakah yang bisa bertahan, terus hidup, dan bahkan terus memimpin?
" . bukan yg kuat yang bertahan tapi yg mampu menyesuaikan diri dengan keadaan," tulis Kasali. Nokia, misalnya, menyesuaikan diri dari perusahaan pengelola hasil hutan, alat komunikasi, televisi, bahkan pembuat sepatu boot menjadi pembuat telepon selular kelas dunia.
Nokia menyambut perubahan, mengendalikannya, menaklukannya, dan dia menang. Sedangkan perusahaan lain yang mencoba melawan arus perubahan, dengan menerapkan strategi bertahan, akhirnya ambruk. Benarlah ara pelatih sepak bola yang meyakini, strategi menyerang adalah pertahanan yang paling bagus.

Kata Kasali, tekanan-tekanan eksternal memaksa perusahaan untuk berubah atau punah (halaman 33).
"Kita bisa saja menjadi tampak tua bukan semata-mata karena kita benar-benar sudah tua. Kita bisa menjadi tampak tua karena ada banyak orang yang tampak lebih muda di sekitar kita," tulis Kasali.
Mereka tampak lebih muda karena merespon perubahan dan menyesuaikan diri (menyesuaikan sikap mental dan meningkatkan kompetensi).
Jadi, re-code dalam diri dan organisasi adalah upaya secara terus menerus memperbaiki diri dan organisasi untuk tetap memenangkan persaingan atau seleksi alam dengan memahami, mengendalikan, dan menaklukan perubahan.
Dalam buku ini, berkali-kali Kasali menekankan pentingnya mengantisipasi perubahan dengan melihat ke depan, bukan hari ini, di sini.
Syeikh Mohammad, Muhammad Yunus, dan Marthin Luther King melakukan apa yang mereka anggap harus dilakukan hari ini --walau terkadang mereka dianggap orang gila-- untuk menyongsong hari depan. Tinggal pilih, mau yang model Syeikh, Yunus, atau Martin Luther King. Atau mau punah! (***)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

2.731 Peserta UMB Lulus di Unhas



Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=83951&jenis=Front


Minggu, 22-06-2008 
2.731 Peserta UMB Lulus di Unhas
Hari ini Diumumkan di Tribun; 31 Calon Mahasiswa Lulus di Luar Unhas; Tak Capai Passing Grade, Kursi Dibiarkan Kosong; Dalam Dua Jam, Koran Pengumuman Ludes Terjual
 
Makassar, Tribun - Sebanyak 2.731 peserta ujian masuk bersama (UMB) calon mahasiswa baru lulus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Pembantu Rektor (PR) I Unhas, Prof Dr Ir Dadang A Suriamiharja, Sabtu (21/6), kepada Tribun, mengungkapkan, dari jatah calon mahasiswa yang untuk jalur UMB, masih tersisa sekitar 60-an kursi yang tidak terisi karena tidak mencapai nilai passing grade yang ditetapkan.
 
Tribun Timur mengumumkan hasil kelulusan UMB 2008 di Unhas maupun peserta UMB yang mengikuti seleksi di Unhas namun lulus di universitas lain, Minggu (22/6) hari ini.
Jatah calon mahasiswa yang disiapkan untuk jalur UMB sekitar 70 persen dari total kuoata yang disediakan oleh Unhas untuk tahun akademik 2008/2009.
"Meski jatah tiap program studi itu mencapai 40 kursi, namun tidak semua harus diterima. Karena hanya yang memiliki nilai tinggi dan memenuhi standar yang diterima. Ini untuk menjamin kualitas," jelas Dadang.
Sementara itu, koran kampus identitas mulai menjual lembar pengumuman UMB 2008, tadi malam. Hanya dalam hitungan dua jam, ribuan eksamplar koran tersebut ludes diserbu.
"Saya menjual 50 eksamplar dan dalam watu setengah jam sudah habis terjual," kata seorang mahasiswa yang menjual koran di sekitar Jl Urip Sumoharjo.
Koran identitas dijual Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per eksamplar.

Dadang mengungkapkan, pelaksanaan UMB berjalan lancar dan tertib tanpa diwarnai praktik perjokian.
Hal tersebut tidak lepas dari kesiapan Unhas melaksanakan ujian bersama tersebut.
Selain Unhas, ada empat universitas lainnya di Indonesia yang melakukan ujian yang sama, di antaranta, Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.
Sementara dua perguruan tinggi (PTN) di Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin tidak masuk dalam UMB namun bergabung di SNMPTN.
Meski berjalan tertib, Dadang mengaku, pihaknya berharap UMB tidak dilaksanakan kembali tahun depan. Alasannya, pihak Unhas kelelahan melaksanakan dua kali ujian masuk perguruan tinggi.

Daftar Ulang
Dadang, mengatakan, proses pendaftaran ulang akan berlangsung pada 6-20 Agustus mendatang di gedung registrasi Unhas Tamalanre. Saat proses tersebut, peserta harus menyerahkan berkasnya dan datang sendiri sesuai jadwal.
Mereka yang dinyatakan lolos diminta membawa kartu tanda peserta UMB 2008 asli saat pendaftaran ulang. Selain itu, berkas-berkas seperti ijazah/STTB/STL/STK asli dan fotokopinya, dan foto berukuran 3x4 cm dan 2x3 cm masing-masing sebanyak empat lembar serta mengisi formulir biodata juga menjadi keharusan.
Selain itu akan ada pemeriksaan kesehatan dan cek foto yang akan berlangsung di gedung registras. Sedangkan bagi peserta UMB yang diterima pada program studi pilihan diharuskan membawa surat panggilan dari panitia UMB pusat.
Peserta diwajibkan untuk membayar biaya administrasi pendaftaran masing-masing Rp 1.390.000 untuk IPA dan Rp 1.240.000 untuk IPS di Bank BNI. "Mahasiswa yang lulus juga diwajibkan untuk mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru di Auditorium Baruga AP Pettarani, 21 Agustus mendatang," kata Dadang.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

21 June 2008

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Sedih dengan Hasil Buruk UN SMP Makassar

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=83788&jenis=Front

Sabtu, 21-06-2008 
Sedih
Penjelasan M Natsir Aziz, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar
 
SAYA sedih dengan hasil yang dicapai oleh Makassar dalam ujian nasional SMP tahu ini.
Tahun depan saya tidak akan membiarkan kondisi keterpurukan kita ini. Kita memang memiliki beberapa kelemahan.
 
Kelemahan itu antara lain banyak sekolah yang tidak bisa menyesuaikan dengan kenaikan standar nilai minimal UN dari 5,00 tahun lalu menjadi 5,25 tahun ini.
Juga penyesuaian terhadap bertambahnya pelajaran IPA dalam UN.
Kelemahan lain adalah lemahnya kontrol dinas pendidikan terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Tidak semua sekolah dapat dipantau dan diawasi perkembangannya dalam setiap semester.
Banyak sekolah yang tidak memberikan laporan hasil ujian semester sehingga kita tidak tahu berapa siswa yang kurang baik, apakah guru sudah menyampaikan pelajaran sesuai target.
Ke depan, saya minta bersikeras agar sekolah memberikan laporan perkembangan per semester.
Sehingga siapa siswa yang kurang baik hasil ujiannya akan kita bina lebih intensif. Demikian juga guru yang tidak sampai target kita tegur.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

20 June 2008

Masa Depan Surat Kabar di Amerika dan Masa Depan Surat Kabar di Manapun

http://my.opera.com/fans_tribun/blog/

Masa Depan Surat Kabar di Amerika dan Masa Depan Surat Kabar di Manapun

Diskusi lama tentang masa depan surat kabar. Artikel di VOA ini bertanggal 3 Januari 2006, melukiskan himpitan surat kabar dari segala penjuru. Ke luar, surat kabar berhadapan dengan sumber informasi lain seperti internet, TV, dan radio. Lebih parah lagi, gaya hidup masyarakat, terutama generasi baru yang berusia di bawah 35. Kelompok ini sangat sibuk, tidak ada waktu membaca surat kabar. Ke dalam, surat kabar menghadapi masalah profesionalisme dan kredibilitas pembuat berita.
Artikel diakhiri dengan pernyataan: Kecil kemungkinan koran-koran akan mati, tetapi masa depan mereka sulit diramalkan.
Surat kabar ada, terutama, karena dibutuhkan masyarakat. Bila kebutuhan masyarakat berubah (isi maupun cara memperolehnya), nasib surat kabar juga akan berubah. Cuma pertanyaannya, memang, akan perubahan bergeser ke arah lebih baik atau lebih buruk?
Kuncinya, saya kira, bagaimana surat kabar selalu dan setiap saat mengamati perubahan masyarakat, lalu terus menerus berubah untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik dari segi isi dan cara penyajian (aspek editorial), dan mungkin pada saatnya, cara menjumpai masyarakat (aspek sirkulasi).
So, masalahnya bukan saja nasib surat kabar AS, tapi masa depan surat kabar di manapun dia terbit.


http://www.voanews.com/indonesian/archive/2006-01/2006-01-03-voa7.cfm
Masa Depan Surat Kabar di Amerika

03/01/2006


Stacked Newspapers

2005 merupakan tahun penuh gejolak dalam industri media di Amerika. Penyaji berita ketiga jaringan televisi terbesar di Amerika mengalami pergantian, untuk pertamakali dalam puluhan tahun. Koran-koran besar dijual, wartawan dijebloskan ke penjara. Apa yang sedang terjadi di Amerika?

Yang jelas, surat-surat kabar mengalami pukulan yang paling keras. Sepanjang sejarahnya selama lebih dari dua abad, warga Amerika mengandalkan surat kabar sebagai sumber informasi dan opini. Tahun ini, ada gejala-gejala yang meresahkan. Sirkulasi surat kabar telah turun selama 44 tahun terakhir. Tahun 1960, satu dari tiga orang Amerika membeli koran setiap hari. Tahun 2004, hanya satu dari lima orang membaca surat kabar. Apa yang terjadi?

Kompetisi semakin berat. Sekarang ada stasiun-stasiun radio digital. Warga Amerika dapat mendengarkan stasiun-stasiun radio Sirius di manapun di Amerika. Digital Radio Mondiale menawarkan stasiun-stasiun radio gelombang menengah tanpa harus berlangganan di seluruh dunia. Radio internasional seperti BBC dan VOA juga menggunakan sistem digital.

Televisi juga menjadi saingan surat kabar. TV muncul 50 tahun yang lalu sebagai sumber berita populer. Selama beberapa generasi, warga Amerika menyaksikan berita televisi setiap pukul 7.00 petang. Sekarang, saluran televisi kabel menyediakan siaran berita 24 jam sehari.

arttoday internet 17jul01 150.jpg

Internet juga menimbulkan dampak serius terhadap industri surat kabar. Banyak orang membaca surat kabar secara gratis, 24 jam sehari, melalui Internet, yang membuat berita halaman muka surat kabar pada pagi hari menjadi seperti berita basi. Lewat Internet, beberapa surat kabar Amerika dapat diakses dari manapun di dunia.

Selain itu, memang orang Amerika semakin kurang membaca, terutama mereka yang umurnya di bawah 35 tahun. Lembaga Poynter di Florida berpendapat, gaya hidup sekarang yang selalu terburu-buru membuat orang kekurangan waktu untuk membaca koran.

Surat kabar juga menghadapi masalah dalam bidang lain. Beberapa wartawan didapati mereka-reka berita. Empat kolumnis sindikasi menerima uang untuk menulis artikel-artikel yang menguntungkan pemerintahan Presiden Bush, atau seorang pelobi yang dekat dengan para pembuat undang-undang dari Partai Republik.

Surat-surat kabar juga menemui kesulitan dalam usaha agar tidak rugi. Keuntungan merosot seiring dengan berkurangnya oplah. Mereka menganggap pekerjaan mereka sebagai kebaktian sosial. Ini memang benar bagi sebagian koran, tetapi tidak semuanya.

Inilah salah satu contohnya. Harian Des Moines Register yang selama lebih dari seabad dimiliki sebuah keluarga, merupakan lem yang mengikat ketiga juta orang warga negara bagian Iowa. Kemudian, pemiliknya menjual koran itu kepada Gannet Corporation. Gannet mengurangi pegawai dan menutup sebagian biro-bironya. Des Moines Register tidak lagi disubsidi agar dapat beredar ke wilayah pedesaan, dan hanya di jual di kota-kota besar di mana biaya sirkulasi lebih murah. Mutu editorialnya turun, tetapi keuntungannya melejit.

Surat kabar sangat penting dalam proses menyebarkan informasi. Salah satu kekurangan media Internet adalah langkanya laporan orisinil. Memang Internet hebat dalam menyebarluaskan berita, tetapi yang dilakukan hanyalah menyebarkan apa yang dilaporkan oleh surat kabar dan kantor berita.

Surat kabar menyampaikan laporan secara mendalam. Satu Halaman koran, mengandung lebih dari 40 persen kata-kata dibandingkan berita televisi 30 menit. Stasiun televisi terbesar di kota Washington memiliki delapan reporter, sementara harian Washington Post, memiliki lebih dari 100 orang reporter untuk kota Washington saja.

Setiap bulan, sekitar 22 juta orang membaca New York Times di Internet, 8 juta orang membaca Washington Post dan 7 juta membaca Los Angeles Times di Internet. Sampai saat ini, membaca koran di Internet adalah gratis, dan harian-harian berusaha keras menarik uang iklan untuk membiayai layanan ini. Apakah surat kabar akan mampu bertahan? Kecil kemungkinan koran-koran akan mati, tetapi masa depan mereka sulit diramalkan. (voa/djoko)
emailme.gif

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

19 June 2008

Kopdar Pendukung Barrack Obama di Indonesia

Bagi yang berminat Kopdar.... Lagi, dari pendukung Obama di Indonesia.

---------- Forwarded message ----------
From: Facebook <notification+zedcgcpf@facebookmail.com>
Date: 2008/6/19
Subject: "Indonesia for Obama '08" sent you a message on Facebook...
To: Febric Fitriansyah <febricfitriansyah@gmail.com>


Enda Nasution sent a message to the members of Indonesia for Obama '08.

--------------------
Subject: Kopdar II dan Bagi T-Shirt dan Mailing List

Sori, tiba-tiba banyak message dari gue hehe.

Anyway, Indonesia for Obama akan ngadain KOPDAR II.

WAKTU: Sabtu, 21 Juni, 16.00
LOKASI: Pasar Festival, Rasuna Said, Kuningan Jakarta
Lokasi tepatnya, kumpul di Bengawan Solo Coffee di depan, nanti kita pindah kalo harus pindah.

ACARA UTAMA:
Bagi-bagi T-Shirt untuk yang sudah pesan dan mau ambil langsung. Atau kalau belum pesan, bisa langsung beli di sana juga.

Kalo mau pesan masih bisa detailnya di:
http://id-obama.wetpaint.com

Acara super utama:
Kenalan, kumpul-kumpul, cerita-cerita, foto-foto

Yang harus di bawa:
Ga ada yang harus, tapi kalo mau bawa print-print-an, poster obama akan lebih keren.

Acara tambahan:
Akan ada liputan dari Al Jazeera TV dan Radio CVC Australia (media yg sudah confirm ini)


MAILING LIST

Nah biar ga gue aja yg bisa ngemessage semua member di Facebook Group ini, maka kayaknya kita butuh media 2 arah yang lebih komunikatif.

Maka bergabungnlah di milis Indonesia for Obama, klik ke:
http://groups.google.com/group/id-obama

Dan join jadi member dari situ.


Siiip begitu dulu aja kabar-kabarinya. Ditunggu nanti hari Sabtu! :)



Enda Nasution
enda.nst@gmail.com
YM: enda_001
0813 9487 1625
--------------------

To reply to this message, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?inbox/readmessage.php&t=1022339473499

___
Want to control which emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications&md=bXNnO2Zyb209NTAwOTc4OTMxO3Q9MTAyMjMzOTQ3MzQ5OTt0bz0xMTEwMTcwODU3





--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Artalyta, Kemas Yahya Rahman, Jaksa Urip, Korupsi, dan olok-olok Ringtone dari Makassar

Melawanlah. Melawanlah dengan cara yang kamu bisa.

Barangkali semangat itulah yang mendorong aktivis antikorupsi di Makassar membuat ringtone, nada sambung pribadi, yang unik.

Simak beritra Tribun Timur, Makassar, berikut ini:
http://tribun-timur.com/view.php?id=83110


Rabu, 18-06-2008 
Olok-olok Ringtone dari Makassar
AIB bagi kejaksaan agung (Kejagung), ilham bagi aktivis antikorupsi di Makassar.
Di tengah gelayut mendung di korps Adhyaksa akibat tersebarnya rekaman percakapan terdakwa Artalyta Suryani dengan sejumlah petinggi jaksa, aktivis antikorupsi Makassar menjadikan kejadian itu momen pemberantasan korupsi.
 
Beberapa aktivis dan akademisi di Makassar berkumpul di Warung Kopi (Warkop) Daeng Anas, Selasa (17/6).
Mereka membahas strategi untuk tidak melewatkan kejadian memalukan berlalu begitu saja.
"Sekali lagi, kita ingin momen ini menjadi tonggak terciptanya gerakan nasional pemberantasan korupsi," ujar akademisi Unhas, Prof Dr Amran Razaq.
Amran meminta, disebut-sebutnya petinggi kejagung dalam rekaman percakapan harus dipertanggungjawabkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam acara ini, hadiri aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Abraham Samad dan Djusman AR.
Akademisi yang hadir antara lain, Dr Hamid Paddu (Unhas), Prof Abd Muin Fahmal (UMI), Husain Abdullah (Unhas), dan Koordinator Forum Informasi Komunikasi (FIK) LSM Sulsel Khudri Khuduri.
Bagi Hamid, kejadian itu betul-betul sangat memalukan. Menurutnya, saat reformasi, utang Indonesia Rp 2.000 triliun.
Stok utang Indonesia dipakai untuk rekap industri Rp 600 triliun. Sebanyak Rp 460 triliun digunakan untuk penyehatan BLBI.
"Nah, jika pengusutan kasus BLBI itu dipenuhi sandiwara, apa jadinya dan di mana nurani bangsa ini," tegas Hamid.
Akhirnya mereka sepakat menjadikan rekaman percakapan Ayin, panggilan akrab Artalyta, dengan petinggi jaksa itu sebagai nada panggil pribadi (ringtone) telepon selular (ponsel).
"Kita bersama teman-teman dari kampus, me-launching percakapan Ayin. Kritikan terhadap kejaksaan dan simbol perlawanan terhadap perilaku korup yang telah terjadi di lembaga penegakan hukum," kata Abraham.
Menurutnya, sikap itu sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam. Sebab seharusnya lembaga penegakan hukum menjadi benteng, justru menjadi lembaga suap-menyuap.
"Kita memberikan hukuman sosial terhadap jaksa-jaksa yang suka berlaku korup. Kita berkeyakinan bahwa hukum kita akan kesulitan menghukum mereka. Maka kita sebagai masyarakat memberi sanksi sosial terhadap mereka," kata Abraham
Bagi Djusman, kejadian itu menunjukkan lemahnya pengawasan aparat kejaksaan.
"Ini sudah kejadian yang ke sekian kalinya. Pengawasan di internal kejaksaan sangat lemah. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran dan momen bersama bertindak," tegas Djusman.
Bisa saja orang lain menilai Ayin itu bobrok. Tapi bagi Prof Muin, wanita berparas ayu itu pahlawan.
"Artalyta adalah pahlawan tanda kutip. Karena dia mempertontonkan kepada publik kebobrokan kejaksaan yang selama ini ditutup-tutupi. Presiden harus mereduksi kejagung dengan memilih pejabat dari luar lingkup kejagung," ujar Muin.
Kemas Protes
Dari Jakarta, mantan Jampidsus, Kemas Yahya Rahman, memprotes aksi aktivis dan akademisi Makassar.
"Saya kan belum terbukti ada kaitannya dengan kasus Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan). Saya berulang kali menjelaskan soal telepon itu. Kok langsung dikaitkan," ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel ini.
Kemas menilai pemasangan ringtone itu kurang baik. "Tapi ya memang enggak bisa dilarang, silakan saja," ujar Kemas yang kini menjabat staf ahli jaksa agung itu.
Menurut Kemas, rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Ayin juga masih perlu diuji kebenarannya.
Percakapan Kemas dan Ayin terjadi pada Sabtu 1 Maret 2008 atau satu hari setelah Kejagung mengumumkan penghentian kasus BLBI II terkait Sjamsul.
Tanggal 2 Maret sore, Urip yang merupakan ketua tim penyelidik BLBI tertangkap KPK menerima uang suap dari Ayin.
Rekaman pembicaraan Kemas-Ayin diperdengarkan oleh jaksa KPK di persidangan Tipikor dengan terdakwa Ayin pekan lalu.

Versi Lengkap Ringtone Kemas-Artalyta
BILA sedikit bersabar, ringtone yang diluncurkan kalangan akademisi dan aktivisi di Makassar berisi percakapan lengkap Kemas dan Ayin, bisa didengar hingga usai.
Saat ringtone percakapan Ayin-Kemas diperdengarkan, pengunjung Warkop Daeng Anas banyak yang langsung tertarik memilikinya. Akhirnya ringtone itu disebarkan dengan menggunakan fasilitas bluetooth ke setiap ponsel.
Tidak seperti ringtone yang lain, nada dering ini tidak berisi lagu atau memiliki nada khas ringtone.
Isinya melulu percakapan Ayin-Kemas. Durasinya sekitar dua menit 15 detik. Inilah isinya:
Artalyta (A): Halo
Kemas (K): Halo
A: Ya, siap
K: Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe
A: Good, very good
K: Jadi tugas saya sudah selesai
A: Siap, tinggal...
K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi
A: Bagus itu
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A: Aaah Rakyat Merdeka, nggak usah dibaca.
K: Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya...
A: Sama ini mas, saya mau informasikan
K: Yang mana?
A: Masalah si Joker
K: Ooooo nanti, nanti, nanti
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang
K: Nanti, nanti, tenang saja
A: Selasa saya ke situ ya...
K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Kita...
A: Iya sudah
K: Sudah sampai itu
A: Tapi begini Bang...
K: Jadi begini, ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam perencanaan.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com