Showing posts with label Makassar. Show all posts
Showing posts with label Makassar. Show all posts

11 January 2008

2008 Hotspot Telkom Hadir di Semua Hotel dan Mal


http://www.tribun-timur.com/
Rabu, 09-01-2008 | 21:23:39

Laporan; Mursalim Djafar, limgagak@yahoo.com
Makassar, Tribun - Telkom menargetkan semua hotel dan mal di Makassar akan memiliki jaringan telekomunikasi internet atau Telkom hotspot dengan memanfaatkan teknologi Wireless Fidelity (WiFi).
Dengan layanan ini Anda bebas berinternet tanpa kabel. Anda hanya menyiapkan komputer jinjing
yang dilengkapi kartu nirkabel (wireless card) atau ponsel yang dilengkapi fasilitas WiFi misalnya ponsel Communicator Nokia 9300i, Communicator 9500, atau personal digital assistant (PDA), smartphone.

"Ini merupakan program Telkom untuk memberikan edukasi pada warga Makassar sealigus menjadikan Makassar sebagai Cyber City," kata General Manager (GM) Kandatel Makassar, Andi Muflihuddin, Rabu (9/1), di Makassar.

Ketika baru hadir di Pantai Losari 27 Mei 2007, layanan ini juga digratiskan. Di Losari, sinyal WiFi dapat ditangkap hingga 1,3 Km atau mulai dari rumah jabatan Wali Kota Makassar hingga Hotel Makassar Golden (HMG). Layanan ini juga bisa didapatkan di sekitar Kantor Wali Kota Makassar.

Sejumlah hotel juga menggratiskan layanan ini ketika pertama kali hadir. Namun kini Anda diharuskan membeli voucher khusus untuk mengakses layanan ini. Hotel Santika merupakan salah satu hotel yang tetap menggratiskan layanan ini hingga saat ini.

Untuk mengakses internet, disediakan voucher pulsa iVas yang dapat ditebus sesuai lama akses internet yang dibutuhkan. iVas dijual mulai Rp 7.000 ribu per satu jam sampai Rp 50 ribu untuk lima jam.

Dengan mengisi pulsa iVas, pengunjung mal atau hotel di Makassar dapat berselancar di dunia maya sambil berbelanja atau berjalan-jalan. iVas dapat diperoleh di café Excelco, Black Canyon Coffee, Mc Donald, KFC, Samudera Food, dan hampir di semua hotel di Makassar yang menyediakan laynan ini.(*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555). (lim)

Karena Hotspot, Mahasiswa Unhas Cukup Punya Laptop

sumber: http://www.tribun-timur.com/view.php?id=55435

Senin, 03-12-2007
Karena Hotspot, Mahasiswa Unhas Cukup Punya Laptop
Laptop yang Kian Terjangkau (3-Habis)
Sejak diperkenalkan secara nasional awal tahun 2007, keberadaan fasilitas layanan internet nirkabel via modul Wifi (wireless fidelity) tak lagi menjadi barang langka.
Di Makassar, wifi layaknya jamur yang tumbuh di musim penghujan.
Wilayah akademik seperti kampus-kampus perguruan tinggi bisa disebut sebagai salah satu tempat paling bagus untuk mengakses layanan internet gratis via wireless.
Universitas Hasanuddin (Unhas) bisa dikatakan sebagai perguruan tinggi terdepan yang memiliki area hotspot terluas.
Bagaimana tidak, hampir setiap jengkal, wilayah di Unhas yang memiliki 14 fakultas dengan luas wilayah 220 hektare itu bisa ditemukan sinyal free wifi hotspots atau wilayah bebas akses wireless.
Dengan kondisi tersebut, di Unhas saat ini sudah menjadi hal biasa jika kita mendapati para mahasiswa hingga dosen-dosennya menenteng komputer jinjing alias laptop.
Bahkan sudah hal yang jamak, di beberapa wilayah yang memiliki sinyal kuat akan dipadati pengakses internet.
Sebut saja, di fakultas teknik, kedokteran, kedokteran gigi, fakultas kesehatan masyarakat, pertanian, atau pascasarjana.
Di fakultas kedokteran atau di FKM, justru pihak fakultas menyediakan tempat berupa ruang terbuka untuk dipergunakan mengakses internet via wireless.
Bisa dikatakan, saat ini Unhas memang tengah booming free wifi hotspots. Bahkan hingga tiap-tiap jurusan juga ikut menyediakan fasilitas hotspot bagi mahasiswanya.
Hal yang cukup unik tentang pengakses tersebut bisa dijumpai saat malam hari. Terbukanya beberapa fasilitas free wifi 24 jam nonstop membuat mahasiswa menongkrongi laptopnya hingga tengah malam.
Di lantai satu Rektorat Unhas, Anda bisa temukan pemandangan tersebut. Nyaris tiap malam, ruang terbuka di lantai terbawah bangunan berlantai delapan itu dipenuhi beraneka merek komputer jinjing milik mahasiswa.
Malahan, saking asyiknya, banyak di antara mahasiswa bisa bertahan berjam-jam berduel dengan nyamuk-nyamuk yang mengerubungi.
Memudahkan Mahasiswa
Hadirnya fasilitas hotspot tersebut membuat sebagian sivitas akademika Unhas mendapatkan kemudahan dalam transfer ilmu pengetahuan antara dosen dan mahasiswa.
Mereka tak perlu mengeluarkan ongkos untuk mengunduh tugas-tugas yang diberikan dosen mereka hanya dengan free hotspot.
Asmin, seorang mahasiswa fakultas teknik yang biasa menggunakan layanan ini, mengatakan kalau sangat dipermudah dengan hadirnya internet via wireless.
"Setahun yang lalu, saya masih harus ke warnet untuk mengakses internet saat mendapat tugas mata kuliah dari dosen. Kini, dengan hadirnya wifi, saya hanya tinggal buka laptop saya lalu mengaktifkan wireless laptop, saya sudah bisa online," jelasnya.
Senada dengan Asmin, Muhammad Ridwan, mahasiswa FKM, juga merasakan hal yang sama.
Dikatakannya, ia cukup membuka laptopnya di lego-lego FKM, dan semenit kemudian ia sudah bisa men-searching bahan untuk tugas-tugas yang ingin dibuatnya.
Selain itu, keberadaan free wifi juga membuat Ridwan bisa mengetahui perkembangan terbaru jagad infomasi nasional ataupun internasional.
"Saya juga mendapatkan kemudahan dalam mengakses berita-berita terbaru. Bahkan saya tridak pernah membeli koran lagi sejak memiliki laptop dan wifi di fakultas saya," tarang Ridwan saat ditemui di FKM Unhas beberapa waktu lalu.
Melihat situasi pemakai free wifi yang marak di Unhas, wajar jika Makassar saat ini memang tak tertinggal dalam perkembangan teknologi informasi.
Teknologi wifi sebelumnya sempat diperkenalkan oleh Pemkot Makassar saat bekerja sama dengan PT Telkom ketika meluncurkan akses gratis wifi di Anjungan Bahari Pantai Losari, awal 2007 lalu.
Saat itu, booming area hotspot seperti menjamur di Makassar. Sayang, keberadaan akses internet tanpa kabel via wireless di Anjungan Bahari Pantai Losari tak dilanjutkan lagi menyusul maraknya sweeping software palsu yang kemudian seperti menghentikan minat masyarakat pengguna wifi.
Namun demikian, booming pembelian laptop tentu tak akan terhenti sampai di situ. Bahkan bisa saja semakin terdorong dengan semakin murahnya harga laptop akhir-akhir ini.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (arif fuddin usman)

Hotspot di Makassar (Unhas dan UNM)


Jumat, 11-01-2008
Unhas-UNM Sudah Pakai E-Learning
Makassar Menuju Kota Cyber Pertama (2)
Dunia dalam genggaman. Ini bukan lagi slogan bombastis. Lihat saja pada benda mungil yang namanya telepon selular (ponsel).
Selain fungsi utamanya buat menelepon, ponsel juga bisa untuk mendengarkan musik (membuat walkman jadi barang rongsokan), mendengarkan radio, menonton TV, memotret, membuat video, hingga mengakses internet.
Nyaris, seluruh benda-benda elektronik dikumpulkan dalam benda yang kini menjadi salah satu kebutuhan wajib masyarakat metropolitan.
Ciri lain masyarakat metropolitan adalah melek dengan internet. Dan Makassar bisa berbangga karena menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menyediakan banyak hotspot untuk mengakses internet nirkabel.
Secara sederhana, hotspot adalah bentuk pemanfaatan teknologi wireless LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran, ataupun bandara.
Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka miliki di lokasi-lokasi di mana hotspot disediakan.
Tengok saja semenjak mulai diluncurkannya teknologi layanan internet nirkabel atau yang biasa disebut Hotspot Wifi (wireless fidelity) di 27 Mei 2007 lalu di sepanjang Pantai Losari, keberadaan teknologi tersebut bukan lagi menjadi barang langka bahkan merambah di sejumlah tempat.
Tak terkecuali di lingkungan akademik seperti perguruan tinggi. Lokasi tersebut tentu saja sangat baik untuk mengakses layanan internet gratis via wireless.
Apalagi sekarang ini model pembelajaran di dua universitas terkemuka di Kota Makassar yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) sudah menggunakan metode e-learning.
Metode tersebut memberikan ruang gerak yang lebih bebas. Mahasiswa bisa mengikuti kuliah sembari mengakses internet untuk mencari referensi proses pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas. Dengan demikian, belajar tidak lagi terbatas ruang dan waktu.
Kepala Sistem Pendidikan Melalui Satelit (Sisdiklit) UNM, Dr Nurdin, mengatakan, sebenarnya fasilitas hotspot sudah ada sejak 2006 lalu, namun hanya beberapa tempat.
"Sekarang ini hampir seluruh tempat sudah dijangkau namun di area yang paling lancar pengaksesannya di wilayah rektorat dan pascasarjana," kata Nurdin kepada Tribun, Rabu (9/1).
Kampus Unhas Tamalanrea yang memiliki 14 fakultas dengan luas wilayah sekitar 220 hektare itu juga sudah dipenuhi dengan sinyal free wifi hotspot.
Banyak mahasiswa memanfaatkan internet gratis tersebut hingga malam hari.
Hotel-Mal
Selain wilayah akademik, fasilitas wifi hotspot juga dapat ditemukan di wilayah hotel dan mal di Kota Makassar. Di Makassar Golden Hotel (MGH) memberikan fasilitas tersebut bagi pengunjung secara gratis.
"Sejak diluncurkan Juni 2007 lalu, kami sudah memberikan secara gratis bagi pengunjung di seluruh area. Namun untuk akses paling tinggi wilayah teras dan pear paling diminati," jelas Marcom MGH, Julie.
Berbeda dengan MGH, sejak berdirinya Hotel Clarion sudah memberikan fasilitas nirkabel tersebut bagi pengunjungnya.
Namun, hingga sekarang ini penggunaan fasilitas tersebut belum digratiskan melainkan melalui penggunaan voucher. Fasilitas wifi ini dapat dinikmati mulai lantai 1-3.
Hotspot Wifi ini juga kini dapat dinikmati di sejumlah mal, di antaranya Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar serta MTC Karebosi. Dan akan menyusul Mal GTC Tanjung Bunga di bulan ini. Khusus di MTC Karebosi, pengunjung tidak menikmatinya secara gratis melainkan juga memakai voucher.
Warnet
Ramainya mahasiswa dan dosen di lingkungan akademik menyebabkan sejumlah warnet di Kota Makassar mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Hal ini seperti yang terjadi di beberapa warnet yang berada di pintu 1 Unhas.
Penjaga warnet DC Net yang ditanyai Tribun mengaku semenjak adanya fasilitas internet gratis tersebut, jumlah pengunjung di warnet yang ada sejak 2006 lalu itu mengalami perubahan.
"Tapi sebenarnya tidak terlalu berpengaruh juga sih. Soalnya yang memakai fasilitas internet gratis itu kan bagi kalangan menengah ke atas atau yang memiliki laptop. Jadi yang tidak memiliki laptop pasti larinya ke warnet," akunya.
Hal serupa juga dialami di salah satu warnet lainnya di pintu 1 Unhas, Fatma yang menjaga warnet tersebut mengaku, usai Idul Adha jumlah pengunjung warnet berkurang.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (meliana bory/mursalim djafar)