HARIAN TRIBUN TIMUR DAN JURNALISME

Google
 
Portal berita real time surat kabar Tribun Timur, Makassar
www.tribun-timur.com

16 July 2008

Gaya Hidup Kepala Sekolah di Makassar

Tribun Timur, Makassar

Rabu, 16-07-2008 
Avanza Mobil Favorit, Ponsel E90 di Genggaman
Gaya Hidup Kepala Sekolah
 
OEMAR Bakri... Oemar Bakri pegawai negeri. Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi. Jadi guru jujur berbakti memang makan hati. Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri. Oemar Bakri... bikin otak seperti otak Habibie. Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri.
Itulah sepenggal lagu Oemar Bakri yang diciptakan dan dipopulerkan penyanyi Iwan Fals di era 1980-an. Lagu yang sarat kritikan sosial.
 
Menggambarkan nasib guru, pahlawan tanpa tanda jasa, yang hingga kini hidup dengan segala keterbatasan, memprihatinkan, bahkan terpenjara dalam peran mereka.
Kesalahan mereka yang kerap menjadi sorotan, segala harapan besar yang disandangkan, juga imbalan yang tidak pernah cukup untuk hidup layak. Mereka yang tak mampu secara materi namun rela mengajar demi anak-anak bangsa. Tapi toh, gambaran melankolis dalam lagu tersebut, sepertinya sudah tak mungkin lagi dijumpai. Tengoklah gaya hidup sebagian kepala sekolah di Makassar, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK sederajat.
Setidaknya bagi segelintir guru, pejabat, dan kepala dalam lingkup sekolah negeri yang berada di Makassar, utamanya mereka yang memimpin sekolah berstatus unggulan maupun favorit.
Jangan heran, sepeda kumbang yang identik dalam lagu Oemar Bakri, sudah berganti dengan aneka mobil dari berbagai merek dan tipe keluaran paling anyar.
Kendaraan roda empat merek terbaru seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Jazz, Mitsubishi Kuda, sampai Suzuki Grand Vitara yang harganya di atas Rp 250 juta , bukan lagi barang langka bagi mereka.
Berdasarkan pantauan Tribun, rata-rata kepala sekolah memfavoritkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sebagai tunggangan untuk menjalankan tugas di sekolah.
Kepala SMAN 3 Ambo Sakka menggunakan Daihatsu Taruna. Namun ada pula yang membisikkan, Ambo juga kerap menggunakan mobil Suzuki Grand Vitara.
Kepala SMA 5 Abd Fattah, Kepala SMPN 2 Martan, Kepala SMPN 1 Kasafuddin K Laliyo, maupun Kepala SMAN 21 Umar Ambo Rappe menggunakan mobil Toyota Avanza.
Sedangkan Kepala SMAN 1, Herman Hading, memilih Suzuki Baleno keluaran tahun 2000-an sebagai kendaraan ke sekolah. Namun, Herman dan Ambo dikabarkan juga memiliki kendaraan roda empat lainnya bermerek Honda Jazz dan
Tapi beberapa kepsek lainnya tetap memilih kendaraan keluaran di bawah tahun 2000-an dengan kisaran harga di bawah Rp 100 juta.
Seperti Kepala SMAN 17 Sakaruddin yang menggunakan Kijang Grand. Meski keluara tahun 1990-an, namun pelat nomornya (DD) terbilang "cantik" karena hanya terdiri atas satu digit, DD 5 SK, yang juga kerap pelat VIP.
Sedangkan Kepala SD Minasa Upa setiap hari memarkir Toyota Avanza di halaman sekolah yang berlokasi di Perumahan Minasa Upa Blok L.
Ponsel
Masih belum cukup. Perhatikan telepon selular (ponsel) yang digenggam sejumlah kepala sekolah untuk memperlancar komunikasi.
Mulai ponsel seri tiga (3650 dsb) yang berharga di bawah Rp 1 juta. Tapi tidak sedikit pula yang memilih ponsel yang ditujukan bagi kalangan menengah atas.
Mulai seri N (N 70 sampai N 71) yang merupakan ponsel multimedia, maupun seri communicator seperti 9300, 9300i, sampai 9500, dengan kisaran harga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta per unitnya.
Bahkan, Ambo Sakka, sudah menenteng ponsel E-90, ketika ponsel seri terbaru ini baru diluncurkan di pasaran dengan kisaran harga mencapai Rp 11 juta per unitnya.
Kepala SMA 5, Abd Fattah, juga memiliki ponsel sejenis yang saat pertama kali diluncurkan dibanderol pada harga Rp 11 jutaan.

Ruangan
Tapi itu belum cukup. Lihat pula ruangan kerja sejumlah kepala sekolah favorit. Tidak kalah mentereng dengan ruang kerja pejabat setingkat kepala dinas di lingkup provinsi maupun pemkot Makassar, bahkan untuk ukuran direktur di sejumlah instansi swasta.
Ruang kerja sejumlah kepala SD sampai SMA favorit dan unggulan sangat lapang. Di lengkapi sejumlah fasilitas yang membuat penghuninya dan tamu betah duduk berlama-lama. AC sebagai penyejuk ruangan, seperangkat sofa untuk menerima tamu, serta televisi berukuran lumayan besar.
Beberapa di antaranya dilengkapi komputer serta lemari pendingin. Dibeberapa sekolah seperti di SD Kompleks IKIP 1, televisi tersebut bertambah fungsi untuk memonitor perkembangan proses belajar mengajar ditiap kelas melalui perangkat CCTV.
Gaya hidup, cara berpakaian, dan style, kepala sekolah juga tidak kalah mentereng. Meski beberapa di antaranya tetap bertahan dengan gaya berpakaian zaman dulu atau lebih dikenal dengan istilah Jadul.
Berbagai aksesoris bermerek buatan luar negeri bukan lagi pemandangan langka melekat di sejumlah kepala sekolah. Merek jam tangan sampai sepatu ternama seperti Aigner maupun Piere Cardin, dengan harga jutaan rupiah, tidak jarang ditemui melekat sebagai aksesoris sejumlah kepala sekolah.
"Memang kalau dilihat dari gaya, mungkin rekan-rekan terlihat mentereng. Tapi dompet belum tentu berisi," kata salah satu kepala sekolah negeri suatu ketika.

Berita Terkait:
* Herry Pastikan Copot Kepala Sekolah
* Ulasan dan Komentar

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

14 July 2008

Kick Andy di Unhas: Cerita Tentang Cairan Infus Kedaluarsa


http://www.tribun-timur.com/viewrss.php?id=87757
Cerita Tentang Cairan Infus Kedaluarsa
Kick Andy Off Air (3)
 
NAMA lengkapnya Hajjah Andi Rabiah. Tapi sejak pengabdiannya menolong pasien dari satu pulau ke pulau lain dengan sarana transportasinya berupa perahu tradisional diabadikan dalam film berjudul Suster Apung yang kemudian memenangkan lomba film dokumenter Eagle Award Metro TV 2006 lalu, ia pun kini lebih dikenal sebagai Suster Apung.
Sesungguhnya wanita kurus berjilbab itu hanyalah suster biasa. Tapi karena medan kerjanya yang tak biasa, ibu empat anak yang telah berusia setengah abad itu pun terbentuk oleh alam menjadi seorang suster yang luarbiasa.
 
Sekitar 30 tahun mengabdi sebagai perawat, ia kadang dituntut layaknya bidan yang harus bisa membantu setiap penduduk di pulau melahirkan. Juga kadang dituntut seperti seorang dokter yang melayani pasien sakit.
"Sebagai perawat, saya sebenarnya bisa kena malapraktik," ungkapnya jujur pada acara Kick Andy Off Air "Indahnya Berbagi" yang digelar Metro TV di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Jumat (11/7) lalu.
Suatu hari, akibat keterbatasan obat-obatan Rabiah terpaksa memberikan cairan infus yang kedaluarsa sudah lima tahun kepada seorang penduduk yang sedang sekarat.
"Tapi, alhamdulilah orang itu masih hidup sampai sekarang," ujarnya yang disambut tawa dan aplaus dari penonton yang menyaksikan acara itu. Termasuk Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Idrus Paturusi SpBO yang juga guru besar kedokteran ini.
Rabiah dengan jujur mengaku hal itu ia lakukan karena di daerah ia bekerja, tak ada bidan. Apalagi dokter. Umumnya bidan dan dokter lebih memilih bekerja di kota atau daerah yang dekat kota. Sangat jarang ada yang rela mengabdi di pulau terpencil. Apalagi jika di pulau itu tak ada listrik.
Rabiah selama ini bekerja di Puskesmas Liukang Tangaya di Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Wilayah ini hingga kini belum dilayani penerangan dari PLN. Kalau naik perahu motor dari Pelabuhan Paotere, Makassar, menuju tempat kerja Suster Apung, lama perjalanan laut paling cepat 24 jam.
Itu pun jika dalam perjalanan tak ada gangguan atau ombak normal. Wilayah kerja Rabiah memang meliputi satu kelurahan ditambah empat desa. Tapi satu kelurahan dan empat desa yang dilayani itu tersebar di 25 pulau di perbatasan antara Laut Flores, Laut Jawa, dan Selat Makassar.
Dalam melayani pasien, Rabiah harus mengarungi lautan luas dan ombak tinggi menuju pulau yang satu ke pulau yang lain. Jarak antarpulau ditempuh minimal tiga jam dan terjauh kadang. Bahkan tak jarang, ia harus berada di laut sehari semalam untuk bisa tiba di pulau di mana pasien membutuhkan pelayanannya.
Hal yang mengesankan, suster ini berani bertaruh mati di tengah deru ombak dan angin kencang yang menerpanya, demi tergenapi harapan bahwa pasien di ujung pulau sana dapat segera sehat dengan obat-obatan yang d ikantunginya.
Padahal selama hampir 30 tahun mengabdi sebagai suster, baru setahun lalu ia mendapat SK sebagai pegawai negeri sipil dari Pemerintah Kabupaten Pangkep. Suatu dedikasi yang masih sangat tulus dan mahal.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

13 July 2008

Sarapan Sambil Nonton Poco-Poco di Losari

Tribun Timur, Makassar
http://tribun-timur.com/view.php?id=87559


Minggu, 13-07-2008 
Sarapan Sambil Nonton Poco-Poco di Losari
Makassar, Tribun - Harian Tribun Timur kembali hadir di Pantai Losari dalam acara Sarapan Bareng, Minggu (14/7), yang memang menjadi agenda setiap pekan. Sambil sarapan, tersedia juga koran Tribun Timur terbitan terbaru. Jadi masyarakat Makassar tidak ketinggalan berita.
Acara Sarapan Bareng menawarkan dua macam makanan, yaitu bubur ayam dan nasi kuning. Pada setiap pembelian makanan sebesar Rp 5.000, pengunjung akan mendapatkan koran Tribun Timur dan minuman ringan.
Selain Sarapan Bareng, Tribun Timur juga mengelar acara lomba poco-poco di tempat yang sama. Jadi selain sarapan, pengunjung juga akan mendapatkan suguhan aksi peserta lomba tersebut.
 
Lomba ini merupakan acara tambahan untuk lebih memeriahkan Sarapan Bareng yang setiap minggu diadakan di Pantai Losari. Kegiatan ini kerja sama Tribun Timur bersama McDonald's, Hotel Imperial Aryaduta, dan Patompo Group.
"Acara ini diselenggarakan untuk lebih mendekatkan Tribun Timur dengan masyarakat," kata Ketua Pantia, Rico, Sabtu (12/7).
Bagi warga Makassar yang ingin berparisipasi dalam Lomba Poco-Poco, masih bisa mendaftar langsung di lokasi acara paling lambat pukul 07.00 wita.
Biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu per tim, setiap tim terdiri atas lima orang. Setiap peserta akan mendapatkan camilan dan koran Tribun Timur. Tersedia hadiah uang tunai jutaan rupiah bagi pemenang.
"Kita harapkan dengan kegiatan ini, Tribun Timur bisa menjadi ikon Makassar yang terkenal dengan slogannya Selalu yang Pertama," kata Rico.

BAGI pelanggan baru di lokasi acara, akan mendapatkan bonus menarik dari Tribun Timur. Acara ini berlangsung dari pukul 07.00 wita sampai pukul 10.00 wita.
Sarapan Bareng ini merupakan tempat yang pas bagi warga Makassar yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di Minggu pagi. Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Fitri di nomor 0816252266.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com