05 October 2007

A serial article from Tribun Timur (4): Marketing itu Kejujuran




A serial article from Tribun Timur (4): Marketing itu Kejujuran

"Ulasan Marketing 3.0 Hermawan Kartajaya"
Tribun Timur, Makassar
Tuesday, 18 September 2007

This is the encrypt from the article

INDONESIA perlu sosial budaya baru. Karena jika politik masih menjadi panglima di kehidupan bangsa Indonesia berarti some thing wrong.
Di Amerika Serikat ada penelitian yang dilakukan oleh Prof Richard F bahwa negara bagian yang bisa menyatukan teknologi dan seni (art) akan maju.
Seperti yang terjadi di California. Industri kreativitas Holywood berkembang dan Silikon Value juga ada. Gubernurnya Arnold Schwarznegger, politisinya juga banyak dari kalangan industri film Hollywood.

Tapi kalau satu negara bagian terlalu hight tech tapi tak ada art-nya, demikian pula sebaliknya, maka negara bagian itu tak bisa maju-maju.
Sekarang di Indonesia situasi politik dan ekonominya beda-beda antar daerah, ndak seperti zamannya Soeharto dulu.
Kalau dulu orang ndak tau bahasa Jawa tak bisa naik pangkat, ya, Jawa sentris. Sekarang otonomi.
Saat ini eranya globalisasi tapi ada otonomi, karena banyak orang yang kalah di globalisasi.
Banyak orang yang mempertahankan daerahnya di era globalisasi sekarang. Karena tak bisa bahasa Inggris ya bahasa daerah saja.
Realitas itulah yang menuntut kita untuk memiliki budaya baru ICT (information, communication, and technology).
Saya katakan ini pada Pak JK (Jusuf Kalla, Wapres RI. Terus beliau bilang, "Iya benar pada zamannya Soeharto Indonesia di 2.0, customer-nya tak miliki ponsel sehingga tak terlalu pintar, akibatnya presidennya tak ganti-ganti."
Kemudian sekarang, menguasai market share bukan lagi hal yang penting tapi in futurization.
Yakni siapa yang membawa teknologi baru kemudian bisa menwarkan sesuatu yang baru walau market share-nya kecil, itu bisa menang.
Asal melakukan itu semua dengan kejujuran. Jadi the existing market share is nothing. Jadi tiga kata kunci ini (digitalization, globalization, futurization) yang membuat kita mau tak mau harus memasuki Marketing 3.0.

Nah, digitalization "mengatakan", "We have moved beyond the information age to the age of participation" karena itu jika Anda melakukan Marketing 3.0 Anda mesti mengundang orang untuk berpartisipasi.
Ingat ini hukumnya sekarang karena teknologi memungkinkan mengundang (melibatkan) orang.
Jadi kompetitor Anda mengundang orang dan Anda tak melakukan, maka customer akan marah.
Customer sekarang tak mau lagi jadi sub ordinir, tak mau menjadi satu level di bawah Anda. Kalau dulu top down, sekarang customer minta diikutkan.
Fenomena laptop murah misalnya menjadi indikasi customer mau diikutkan dan mau dipahami, termasuk tren blog menjadi salah satu indikator.
Yang bisa mem-building brand Anda yaitu customer. Serahkan kepada customer untuk build your brand.
Anita Rodick tidak pernah membangun brand The Body Shop dengan advertising satu arah.
Anita cuma memberi inspirasi kepada customer-nya bahwa orang kecil perlu dibela. Ini tentunya ada yang setuju dan tidak setuju, kondisi inilah yang membuat brand-nya menjadi kuat.
Globalisasi yang kedua mengatakan sebetulnya karena Anda tak perlu berada di suatu tempat tertentu untuk berhasil.
Misalnya tak perlu di Jakarta untuk berhasil. Di Makassar juga bisa mengalahkan orang Jakarta kalau mengetahui caranya, misalnya memiliki akses internet yang memadai.
Makanya globalisasi pun punya 1.0 di era tahun 1492-1800, ini era the new world dan powerfull countries. Kemudian globalization 2.0 (1800-2000) di mana dunia menjadi terasa kecil dan tumbuh multinational companies. Di dua masa ini barat mendominasi.
Nah, untuk Globalization 3.0 sekarang anyone bisa mendominasi. makanya ada buku The World is Flat, apa artinya ini, dunia menjadi datar dan Anda memiliki kesempatan yang sama di mana pun saja Anda berada.
Karena itu saya punya semangat. Aku orang Indonesia Mark Plus saya dirikan dari Surabaya ke Jakarta.
Saya mesti bisa menjadi nomor satu di wilayah South Asia 2010 nanti, 2015 untuk Asia, dan 2020 menjadi nomor satu di dunia.
Saya sudah bilang semua kepada anak buah saya. Saya mesti menjadi seorang yang produktif, sekarang sudah menulis enam buku, dan baru-baru ini menang untuk education training untuk GE Asia. Tahukan GE merupakan perusahaan terkemuka dunia.
Model 4C akan saya ajarkan di GE. Orang GE mau tahu tentang marketing maka mereka perlu tahu competitor, change, customer, dan company, dan saya bungkus dengan praktis dan sederhana.
Makanya saya bilang, marketing itu kejujuran, Anda tak perlu ngomong dengan cara profesor atau susah-susah beli gelar, ngapain.

Posted on Sep 21, 2007 at 10:41 AM | Permalink

No comments: