04 October 2007

A serial article from Tribun Timur (8): Arti Marketing Sebenarnya




A serial article from Tribun Timur (8): Arti Marketing Sebenarnya

"Ulasan Marketing 3.0 Hermawan Kartajaya"
Tribun Timur, Makassar
Saturday, 22 September 2007


This is the encrypt form the article

MARKETING of the meaning atau arti marketing sebenarnya dari sisi individu yakni seorang marketer harus memiliki mind, heart, dan spirit.
Dari sudut company (perusahaan) juga memiliki mission, vision, dan values. Tidak boleh kita hanya berkeinginan (mind) membuat customer satisfaction (konsumen puas), kemudian menjadikan the most profitability company. Dan pokoknya saya harus lebih baik dari yang lain (be better).

Ternyata ini tak cukup. Perlu pula melangkah ke tahap kedua yakni memiliki heart yakni misinya menjadi aspirasi bagi orang lain agar ada aksi investasi. Berinvestasi dengan niat tak usah untung sekarang dengan besar tapi dikemudian hari saja (return ability).
Profit itu jangka pendek sedangkan return itu jangka panjang. Lalu secara values ingin menjadi beda dengan yang lain (differentiate).
Padahal untuk Marketing 3.0, yang paling bagus adalah juga memiliki spirit berupa misi untuk menjadi agar saya menjadi motivator dan memberikan gairah (practice compassion).
Di dalam perbuatan tidak banyak ngomong, diam-diam, seperti menurut Rasullulah bahwa apa yang dilakukan tangan kiri tidak boleh diketahui tangan kanan. Itulah practice compassion yang dimaksud.
Kedua, secara visi Anda harus buktikan untuk sustainability. Bukan cuma return ability tapi ingin terus karena harus sadar jika perusahaan bangkrut akan ada banyak pihak yang dirugikan.

Integritas
Anda pernah membayangkan jika Starbuck atau Harley Davidson bangkrut. Ada jutaan orang di seluruh dunia yang akan rugi dan sedih.
Untuk tingkat Starbuck dan Harley, karena integritasnya membuat orang lain yang menginginkannya sustain.
Seperti halnya Elvis Presly atau The Beatles, mereka sekarang tak ada tapi kecintaan penggemarnya tak juga padam-padam.
Dari sisi values, spiritnya adalah untuk make a difference. Ini beda dengan differentiate.
Kita ambil contoh lagi The Body Shop yang membedakannya dengan yang lain yakni dia membangun brand-nya dengan prinsip.
The Body Shop bukan cuma produknya berkualitas tapi tokonya juga dia bikin bagus. Namun yang membikin orang fanatik pada The Body Shop itu bukan mission-nya seperti produk yang bagus dan lainnya, tapi pada values yang dimilikinya berupa aktivitas-aktivitas kemanusiaan, lingkungan, dan pemberantasan keterbelakangan orang terasing yang dilakukan Anita Roddick si pemilik The Body Shop. (fir)


http://hermawan.typepad.com/blog/2007/09/a-serial-arti-1.html


No comments: